oleh

Sejarahwan Mestika Zed Dikebumikan di Akabiluru

LIMAPULUH KOTA – Ratusan masyarakat Akabiluru, Limapuluh Kota menghantarkan jenazah sejarawan Profesor Mestika Zed ke peristirahatan terakhir, Minggu (1/9). Almarhum dikebumikan di pandam pekuburan keluarga.

Hadir melayat ke pemakaman, selain sanak saudara almarhum, juga terlihat Rektor UNP Profesor Ganefri, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Wabup Ferizal Ridwan dan sederet tokoh Sumatera Barat. “Atas nama civitas UNP, kami mengucapkan duka sedalam-dalammya. Beliau, orang baik dan berintegritas semasa hidup,” kata Ganefri.

Irfendi Arbi juga mengucapkan duka yang dalam. Begitu pula Wabup Ferizal. “Pemkab dan warga Limapuluh Kota kehilangan tokoh terbaiknya, pak Prof Mestika Zed,” kata Bupati.

Mestika Zed adalah sejarawan yang melahirkan banyak buku. Siapapun yang menulis buku di Sumbar, terutama soal sejarah, jadi aneh jika tidak bertanya ke Mestika Zed.

Fajar Rillah Vesky, penulis Buku Tambiluak: Rangkaian Peristiwa Situjuah-Sejarah PDRI 1948-1949, merupakan salah satu murid Mestika Zed. “Almarhum Pak Mes, menjadi pengantar di buku kami,” kata dia di rumah duka.

Jenazah Mestika Zed dikebumikan dengan suasana duka. Masyarakat Akabiluru dari beragam Nagari, datang ke peristirahatan terakhir sejarawan Tanah Air asal Minangkabau tersebut. Selamat jalan Prof. (bayu)

Loading...

Berita Terkait