Tak Berkategori  

Sejumlah Warga Mentawai Tolak Pembangunan Ruang Isolasi, Ini Penyebabnya

Ilustrasi (ist)

MENTAWAI – Sejumlah warga Dusun Mapaddegat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai menolak pembangunan ruang isolasi bagi warga yang pulang atau pendatang yang berkunjung ke Mentawai saat masa pandemi covid-19.

Ruang isolasi itu dibangun pakai sekat dalam homestay milik Pemkab Mentawai yang berjarak satu kilometer dari pemukiman warga.

Dasar penolakan dari masyarakat tersebut karena tak ada koordinasi pihak Pemda Mentawai juga karena khawatir Covid-19 tersebut bukan penyakit biasa, apalagi menurut mereka menilai lokasi tersebut melalui pemukiman warga.

Seorang warga Mapaddegat yang tidak diketahui namanya mendatangi pekerja dengan emosi membawa sebilah parang dan memarahi pihak yang ditugaskan Pemda Mentawai ke lokasi karena pembangunan itu tidak ada koordinasi pihak Pemda Mentawai dengan dengan masyarakat. “Ini bukan penyakit biasa, jangan main-main,: katanya kemudian meninggalkan lokasi tersebut menuju ladangnya, Selasa (14/4)

Kepala Desa Tuapeijat Pusuibiat Taikatubut Oinan membenarkan hal itu menurutnya tempat untuk membangun ruang isolasi masih luas. “Kalau mungkin kita bisa goro bersama dengan senang hati membuat tempat khusus untuk isolasi, kita siap membantu soal itu, kita sama-sama melindungi rakyat,” kata Pusuibiat dikutip dari okezone.

Kedatangan warga Mapaddegat ke lokasi tersebut proses pengerjaan pembuatan sekat untuk ruang isolasi tersebut sementara dihentikan oleh pihak pekerja. “Kalau ini dilanjutkan saya tidak jamin ini aman dari masyarakat, tapi kalau ini ditinggalkan saya pikir ini selesai,” kata Pusuibiat.

Menanggapi hal tersebut pihak seorang perwakilan yang ditugaskan dari pihak Pemda Mentawai untuk mengontrol proses pengerjaan ruang isolasi tersebut mengatakan akan berkoordinasi dengan pimpinannya. “Saya hanya menjalankan tugas saja,” kata Arjon Pasaribu yang mengawal pekerjaan pembuatan ruang isolasi.

Ruang isolasi itu dibangun dalam sebuah homestay yang sudah dibangun pemerintah beberapa tahun. Awalnya homestay itu merupakan kawasan wisata, tapi karena ada kebijakan dari Gubernur Sumbar untuk pemerintah kabupaten dan kota untuk menyediakan ruang isolasi bagi para perantau yang pulang atau pendatang yang berkunjung ke daerah masing-masing, maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadikan homestay tersebut sebagai ruang isolasi sementara. (aci)