Tak Berkategori  

Sekda Ini Salahkan Banyaknya Program Pembangunan Pemicu Banjir Bandang

LUBUK SIKAPING – Pemkab Pasaman menyatakan, salah satu penyebab terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di daerah itu, Senin (8/2) lalu adalah akibat adanya beberapa program pembangunan di daerah itu.

“Program itu adalah Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM), Pembangunan Partisipatif Berbasis Nagari (P2BN), jalan usaha tani dan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), yang sebagian kawasannya masuk dalam hutan lindung dan mengakibatkan tanah menjadi labil,” Sekdakab Pasaman, A Syafei.

Derdasarkan data yang dirilis oleh tim identifikasi bencana alam Pasaman, dari Dinas Kehutanan, didapatkan fakta lapangan bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir di daerah ini adalah akibat pembukaan jalan baru program Program Nasional PNPM, P2BN, jalan usaha tani, dan PPIP.

“Karena tanah labil, sehingga saat hujan tinggi mengakibatkan terjadinya longsor, ataupun banjir bandang, selian itu jenis tanahnya masih muda, atau alluvial, tambahnya.

Lokasi terjadinya banjir bandang ataupun tanah longsor di Lambak, Kecamatan Panti, yang mengakibatkan, 205 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi tersebut, telah diinfestigasi oleh tim tersebut dalam satu minggu terakhir.

Selain hal tersebut, tim yang turun ke lapangan juga menemukan banyak peladangan masyarakat di daerah hulu suangai dan tangkapan air, dengan jenis tanaman coklat, karet, ubi kayu, kelapa sawit, pinang, dan padi ladang. Selain itu juga ada peladangan baru masyarakat dengan kemiringan antara 30 sampai 45 derajat yang terdapat di kawasan hutan lindung.(aci)

sumber:antara