oleh

Sekitar 200 Guru Honor Mengadu ke DPRD Sijunjung

Sejumlah guru honor yang mengajar di berbagai sekolah dalam Kabupaten Sijunjung, mengadukan nasib kepada DPRD setempat, Kamis (20/9). (nasrul rasyad)

MUARO SIJUNJUNG – Lebih kurang 200 guru sukarela, guru honor, Tenaga Harian Lepas (THL), honor K2 dan guru honor kontrak mengadukan nasib kepada DPRD  Sijunjung, Kamis (20/9).

Kepada ketua dan wakil ketua DPRD Yusnidarti dan Walbardi serta segenap anggota dewan yang menerima mereka, melalui perwakilan para guru honor itu mengadukan nasibnya yang belum diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) meski sudah cukup lama mengabdi.

Para guru honor itu mengadukan nasib, karena tidak bisa mengikuti seleksi penerimaan CPNS tersebab tak memenuhi persyaratan.

Berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor : 217 Tahun 2018, dari sekian banyak persyaratan yang harus dipenuhi dalam mengikuti seleksi penerimaan CPNS pada 2018 ini, satu diantaranya adalah berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun.

“Diantara kami yang masih bestatus tenaga honor ini, banyak yang berusia sudah diatas 35 tahun. Karena itu kami mengadukan nasib kami dengan harapan ada solusinya,” kata Firdaus yang mewakili para guru honor itu.

Menyikapi keluhan dan pengaduan para guru honor itu, ketua dan wakil ketua DPRD Yusnidarti dan Walbardi serta segenap anggota dewan mengatakan, keluhan seperti ini tidak hanya muncul dari guru honor yang mengajar di Kabupaten Sijunjung, tapi dari seluruh guru honor yang ada di Indonesia.

“Namun demikin, aspirasi yang ibuk bapak sampaikan Kamis ini, akan kami sampaikan kepada bupati. Sedangkan surat dukungan untuk membahas persayaratan seleksi penerimaan CPNS, akan kami kirim Kamis ini juga,” tambah Yusnidarti. (nas)

 

Loading...

Berita Terkait