Selain Bernyanyi, Mardon D’Academy 5 Ditantang Tampilkan Koreografi

JAKARTA – Mardon, salah satu peserta D’Academy 5 terus memperlihatkan kemampuan bernyanyi yang memukau dewan juri.

Tak hanya terus belajar mengolah vokal, Mardon pun kini juga ditantang untuk menampilkan koreografi.

Berhasil masuk ke Top 12 D’Academy 5 bagi Mardon merupakan hal yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Apalagi pemuda yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik ini mengaku sempat beberapa nervous saat tampil di panggung Indosiar tersebut.

“Saya harus lebih banyak belajar. Tidak saja vokal tapi juga mental. Apalagi juri juga menantang saya untuk bisa koreografi. Bernyanyi sambil menari,” kata Mardon dalam wawancara virtual beberapa waktu lalu.

Di panggung D’Academy pun Mardon banyak belajar soal bernyanyi, dan juga bagaimana bisa memiliki pribadi yang kuat dengan attitude yang baik.

Dengan pencapaiannya ini, Mardon menjadi lebih bersemangat untuk mempelajari seluk-beluk musim dangdut. Karena sebelumnya, peserta D’Academy asal Rokan Hulu ini basic-nya bukan penyanyi, tapi lebih ke tilawah, baca Alquran dan nasyid.

Untuk persiapannya tampil di Top 12, cowok 23 tahun ini ingin memberikan penampilan terbaik nantinya, sehingga harus berlatih lebih maksimal.

“Dari awal kita cuma sekedar nyanyi nggak ada koreo, tiba-tiba di Top 12 ini kita ditantang untuk ngedance. Selain nyanyi kita juga dilatih juga pernafasan, nyanyinya bagus, koreonya juga bagus, ” jelas pengagum Paul dan King Nassar itu.

Dalam karir bernyanyinya ini, Mardon mengaku mempunyai cita-cita ingin membawakan lagu dangdut yang cengkoknya seperti lagu Arab atau Timur Tengah.

“Tilawah dikolaborasikan dengan dangdut, kayak Arab-Araban gitu kalau seni tilawah. Jadi saya maunya seperti itu,” katanya.

Perjuangan Mardon untuk bisa masuk ke panggung D’Academy Indosiar ini pun juga tidak mudah. Dia mengaku sebelumnya juga pernah ikut audisi tapi tidak lolos. Hingga kemudian, pada D’Academy 5 ini keberuntungan berpihak kepadanya.

“Ini tak lepas dari doa semuanya,” ungkapnya.

“Saya melakukan persiapan yang matang. Kan saya sebelumnya pernah ikut Liga Dangdut Indonesia atau LIDA sebanyak 2 kali. Ini menjadi bekal buat saya, ibaratnya, sukses yang tertunda,” sambungnya.

Sementara itu, Rahm, peserta D’Academy 5 asal Bogor juga tak menyangka bisa tampil di panggung Indosiar. Dia pun punya penampilan spesial, dengan menggabungkan Dangdut dengan Bahasa Korea.

Seperti dalam penampilannya minggu lalu, Rahm yang asal Bogor ini sempat memukau para juri hingga mendapatkan standing ovation.

Ketika menyanyikan lagu sendu berjudul Kiblat Cinta milik Juan Rahman, ia menyelipkan puisi dalam Bahasa Korea. Selain itu pada bagian akhir lagunya, Rahm mengubah lirik lagunya menjadi Bahasa Korea.

“Kedepannya aku ingin menjadikan gaya Korea ini sebagai ciri khas. Apalagi banyak yang suka dan menyebut aku Oppa Korea. dengan penampilan aku yang meramu dangdut dengan Bahasa Korea. Gara-gara itu juga sekarang aku lebih mendalami Bahasa Korea, sehingga lebih mudah menggabungkannya dalam penampilan selanjutnya,” pungkasnya. (Wahyu)