Tak Berkategori  

Selamatkan Negeri, Bank Nagari Berbuat Pasti

CORONA Virus Disease 19 (Covid-19) merangsek masuk Indonesia pada medio Februari 2020 lalu. Sejumlah daerah terpurangah setelah beberapa warganya terpapar virus tersebut. Kota Padang pada waktu itu masih tenang-tenang saja. Adem ayem, karena belum ada satupun warga yang terpapar.

Namun setelah itu, mendengar virus tersebut sudah berhasil masuk ke sejumlah daerah di Sumatera, Pemerintah Kota Padang mulai siaga. Menggelar rapat terbatas untuk mengantisipasi apabila virus tersebut mendera warganya. Termasuk Dinas Kesehatan Kota Padang, melakukan sosialisasi bahaya virus corona di sejumlah kesempatan.

Medio Maret, Pemerintah Kota Padang kemudian menggelar rapat bersama. Salah satu hasil rapat, mengutus perwakilan untuk mendatangi setiap Badan Usaha Milik Negara atau Daerah (BUMN/D) yang berada di Padang. Mengetuk hati pemilik perusahaan agar membantu kesiapsiagaan apabila Covid-19 merambah Padang.

Tim dibentuk, Asisten I Bidang Pemerintahan Edi Hasymi menunjuk dua utusan yang nantinya mendatangi perusahan-perusahaan yang ada. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Corri Saidan beserta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Swesti Fanloni ditunjuk membidangi ini. Keduanya bergerak cepat. Perusahaan pertama yang disambangi yakni Bank Nagari (BN).

Rabu (18/3/2020), keduanya mendatangi Kantor Pusat Bank Nagari di jalan Pemuda, Padang. Kedatangan kedua pejabat Pemko Padang ini diterima langsung Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad serta Pemimpin Divisi Pengawasan Yasrizal Idrus. Tak butuh waktu lama berbincang, akhirnya tercapai kesepakatan ketika itu. Bank Nagari bersedia membantu kesiapan Pemko Padang dalam menangani Covid-19.

Berselang dua hari, bantuan datang dari Bank Nagari ke Pemerintah Kota Padang. Bantuan berupa alkohol sebanyak sepuluh drum, H2o2, gliserol, dan lainnya diantarkan langsung ke rumah dinas Walikota Padang di jalan A. Yani. Bantuan senilai Rp75.215.000,- itu diserahkan Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad beserta rombongan, kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Bantuan berupa alkohol nantinya digunakan untuk pencampur desinfektan.

Setelah bantuan dari Bank Nagari datang ke Pemko Padang serta dari sejumlah BUMN/D lainnya, barulah Covid-19 masuk Padang. Pada 26 Maret 2020, dua warga Padang terkonfirmasi positif. Keduanya dinyatakan terpapar Covid-19 dan dirawat di rumah sakit. Padang pun menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) saat itu juga.

Bantuan alkohol dari Bank Nagari sebagai pencampur desinfektan begitu terasa membantu kala itu. Ketika warga panik dengan virus, warga diharuskan mencuci tangan dengan sabun dan tetap steril. Semakin banyaknya warga yang terpapar Covid-19, desinfektan bahkan menjadi ‘obat pembunuh’ virus saat itu. Alkohol yang dikirimkan Bank Nagari diserahkan kepada BPBD Kota Padang. Bahkan sebagian diantaranya diolah dan dimanfaatkan sebuah sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Pauh. Sekolah ini menjadikan alkohol sebagai desinfektan dan hand sanitizer, untuk kemudian dibagikan kepada warga secara cuma-cuma.

“Desinfektan dan hand sanitizer menjadi garda terdepan untuk menjaga kebersihan diri,” kata Tuti, seorang tenaga kesehatan yang bekerja saat itu.

Pada akhir Juli 2020 lalu, virus corona ikut menerpa karyawan Bank Nagari. Ketika itu, dua karyawan dinyatakan positif Covid-19. Bahkan virus ini juga menyebar ke keluarga karyawan. Alhasil, sebanyak 500 orang karyawan Bank Nagari melakukan tes swab untuk memastikan kondisi masing-masing.

Meski begitu, pelayanan Bank Nagari tidak serta-merta terhenti pada saat itu. Pelayanan kepada nasabah masih tetap berlangsung seperti biasa. Sebab karyawan yang terinfeksi langsung dikarantina. Sedangkan karyawan yang negatif masih tetap bekerja seperti biasa.

“Pelayanan kepada nasabah tetap berjalan seperti biasa. Apalagi kita juga punya layanan digital,” sebut Humas Bank Nagari Hari Susanto waktu itu.

Tidak ingin karyawan dan nasabahnya terpapar Covid-19, sejak kejadian itu Bank Nagari memperketat pelayanan. Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan langsung berubah. Pelayanan tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Setiap karyawan diwajibkan mengenakan masker atau face shield. Jarak antar karyawan dan nasabah dibatasi. Sebelum memasuki kantor cabang atau kantor kas, nasabah diwajibkan mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. Di depan kantor, pencuci tangan disiapkan, lengkap dengan sabun. Kemudian setelah itu, nasabah wajib memeriksakan suhu tubuh. Security yang bertugas di depan akan memeriksa suhu tubuh lewat ‘thermo gun’. Bagi nasabah yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius tidak dibolehkan masuk. Setelah diperiksa suhu tubuh, nasabah duduk sesuai kursi yang sudah diberi jarak dengan lainnya.

Selain memberi perhatian kepada nasabah dalam pelayanan di kantor, Bank Nagari juga memberi layanan khusus kepada nasabah yang membayar angsuran kredit. Nasabah mendapat restrukturisasi kredit yang dapat meringankan beban mereka selama pandemi. Program ini cukup membantu para nasabah.

“Sejak pandemi, usaha ambo sulit, beruntung ada Bank Nagari yang meringankan kami,” ujar Mila, seorang nasabah yang berdomisili di Siteba.

Tidak itu saja. Bantuan ke tenaga medis yang sedang bekerja di garda terdepan juga diberi bantuan. Bank Nagari menggelontorkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Puskesmas yang ada di tiap daerah. Masing-masing kantor cabang menyerahkan bantuan ke Puskesmas sekitar. Selain itu, bantuan sosial Bank Nagari Peduli Covid-19 juga menyasar masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan di masa pandemi Covid-19 bukan saja diperuntukkan bagi nasabah dan orang sekitar. Akan tetapi juga menyasar karyawan Bank Nagari. Mereka yang terdampak mendapat bantuan sembako, obat-obatan, dan lainnya. Selama di karantina, setiap karyawan yang terpapar mendapat bantuan tersebut hingga sembuh dan dapat beraktifitas kembali.

Memutus mata rantai Covid-19, Bank Nagari melakukan inovasi. Inovasi yang digagas yakni transaksi secara digital. Nasabah tidak lagi harus datang ke kantor cabang untuk bertransaksi. Cukup melalui handphone, seluruh transaksi mampu selesai dalam waktu singkat.

Nasabah yang ingin berbelanja, tidak lagi harus mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Karena bertransaksi di ATM dan memegang uang kertas akan berisiko besar terpapar Covid-19.

“Kita menyarankan seluruh nasabah berbelanja secara digital lewat ‘QRIS Nagari Mobile Banking’, karena itu sangat memudahkan nasabah dan menjauhkan dari bahaya virus corona,” ujar Suci, seorang karyawan Bank Nagari di Kantor Cabang Lintau.

QRIS merupakan akronim dari ‘Quick Respon Indonesia Standar’. QRIS merupakan media pembayaran melalui sistem QR code yang sudah terstandar nasional untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking. Kehadiran QRIS mempermudah nasabah dalam bertransaksi. Sehingga tidak terpapar Covid-19.

Edukasi agar masyarakat melek digital dan memanfaatkan layanan secara digital terus didengungkan Bank Nagari. Berbagai poster dan stiker dipasang. QRIS menjadi jargon yang diprediksi mampu menjadi inovasi yang selalu digunakan nasabah hingga masa mendatang. Sebab QRIS terbilang simple dan praktis dalam penggunaannya. Ketika akan berbelanja, nasabah hanya memilih dan membuka aplikasi pembayaran yang sudah terstandarisasi QRIS. Kemudian nasabah memindai, menyamai NMID, dan verifikasi pembayaran.

“QRIS Bank Nagari lebih praktis, tidak ribet. Dahsyatnya, inovasi ini dapat menolong jiwa saat pandemi ini,” sebut Trinanda, seorang nasabah Bank Nagari.(Charlie / Wartawan Harian Singgalang)