oleh

Seluruh Perpustakaan DPRD se-Indonesia Terkoneksi dalam Satu Jaringan

Ilustrasi. (*)
Ilustrasi. (*)

PADANG – Perpustakaan DPR RI berencana agar seluruh perpustakaan sekretariat DPRD seluruh Indonesa terkoneksi dalam satu jaringan. Dengan terbangunnya jaringan itu, seluruh perpustakaan di sekretariat lembaga legislatif bisa saling berkoordinasi dan berbagi informasi.

Rencana itu diungkapkan saat kunjungan para pustakawan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI ke DPRD Sumbar. Kepala Bidang Perpustakaan Setjen DPR RI, Witingsih Yuhelmi mengatakan, saat ini, Perpustakaan DPR RI tengah mengembangkan perpustakaan sistem digital atau repository.

“Seluruh data dan arsip kepustakaan dalam sistem digital diinput ke dalam sebuah database berbasis internet. Kalau seluruh perpustakaan legislatif seluruh Indonesia bisa terkoneksi, tentu akan sangat memudahkan dalam berkoordinasi dan berbagi informasi,” kata Witingsih.

Dia menambahkan, seiring perkembangan teknologi informasi, penyajian data digital akan sangat memudahkan dan penyimpanannya pun akan semakin aman. Seluruh arsip bisa disimpan dalam bentuk e-arsip sehingga tidak khawatir kehilangan atau rusak.

Kunjungan ke DPRD Sumbar dilakukan karena menjadi salah satu DPRD yang telah menerapkan sistem berbasis internet dan penerapan e-arsip. Pihaknya ingin membandingkan sistem yang diterapkan tersebut sehingga bisa diimplementasikan di DPRD-DPRD lain di seluruh Indonesia.

Sekwan DPRD Sumbar Raflis mengatakan, penerapan sistem berbasis internet tersebut dilakukan untuk memudahkan penyimpanan data. Seluruh arsip, bahkan hingga risalah persidangan pun disimpan dalam e-arsip.

Raflis menyatakan DPRD mendukung rencana Perpustakaan DPR RI untuk membangun jaringan dengan seluruh perpustakaan DPRD seluruh Indonesia. Melalui jaringan tersebut, tentunya pertukaran informasi bisa dilakukan semakin cepat.

“Seluruh data dan arsip di DPRD Sumbar telah disimpan dalam bentuk digital, bahkan hingga risalah persidangan dan undangan pun diinput ke dalam database,” ujarnya.

Dia menegaskan, penyimpanan data dalam bentuk digital sudah waktunya diterapkan sehingga tidak mudah rusak atau hilang. Selain itu, data digital juga sangat memudahkan pekerjaan karena bisa diakses seketika, tidak harus membongkar-bongkar tumpukan kertas. (titi)

Loading...

Berita Terkait