Tak Berkategori  

Sembilan Wanita Dikirim ke Panti Sosial

PASBAR – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman Barat (Satpol PP Pasbar) mengirim sembilan orang wanita pemandu karaoke yang diamankan beberapawaktu lalu ke Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi di Sukarami, Solok untuk dilakukan rehabilitasi.

“Beberapa waktu lalu kita mengamankan 16 orang wanita pemandu karaoke. Sembilan dikirim ke Andam Dewi dan tujuh orang diberikan surat peringatan,” kata Plt Kepala Satpol PP Pasbar, Hendri Wijaya di Simpang Empat, Selasa (28/9).

Ia mengatakan sembilan orang wanita itu nantinya akan memperoleh rehabilitasi sosial dan pembinaan baik fisik, mental, sosial dan keterampilan.

“Tujuh orang lainnya kita beri surat peringatan terlebih dahulu karena baru pertama kali kena razia,” katanya.

Ia menyebutkan pihaknya akan terus melakukan razia di kafe-kafe yang ada. Apalagi kafe itu menyediakan kamar atau room karaoke dengan wanita pemandu karaoke.

Ia menegaskan setiap razia yang dilakukan sangat tertutup dan dirahasiakan. Jika terlalu terbuka dalam hal perencanaan, razia tersebut ditakutkan akan adanya kebocoran informasi dan akan sia-sia dilakukan.

“Kita sebut saja razia ini senyap, tidak diberitahukan kapan waktunya bisa jadi nanti malam atau tidak terjadwal. Mengumpulkan orang-orang ini juga tidak mudah, agar tidak bocor informasi”, ujarnya.

Razia tersebut dilakukan sebagai bentuk implementasi Satpol PP dan pihak terkait terhadap visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat untuk mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa.

Pihaknya melakukan razia ini sebagai bentuk perwujudan visi misi pimpinan dalam meningkatkan iman dan taqwa, sekaligus menyadarkan masyarakat dengan tempat hiburan malam atau cafe yang tidak sesuai aturan yang berlaku.

Ia mengimbau masyarakat Pasaman Barat agar menghindari perilaku ataupun hal-hal yang dianggap tercela, terutama bagi kaum wanita.

Ia mengajak para wanita dapat berprilaku baik, mencari pasangan yang baik, menikah, menjalankan tugas bina keluarga, membahagiakan orang tua dan tidak keluar rumah hingga larut malam.

“Sebagai wanita jangan sampai merendahkan harga diri kita sendiri, keluar sampai larut itu tidak baik. Apalagi sampai terjaring razia di tempat-tempat yang tidak benar,” sebutnya.

Sebelumnya razia oleh Satpol PP itu dilakukan di tiga kafe berbeda yakni kafe Cahaya Jambak sebanyak lima orang, kafe Modest Jambak delapan orang dan kafe Adek Kinali sebanyak tiga orang. (aci)