Semen Padang Ajak 20 Penggiat Medsos Ikuti Program Bertemu Ruslam

Salah seorang penggiat medsos yang mengikuti program Bertemu Ruslam tengah memberikan makan Rusa totol yang ada di penangkaran Taman Kehati PT semen Padang, Kamis (7/7/2022) siang.(ist)

PADANG – Sebanyak 20 orang penggiat media sosial (medsos) mengikuti program Bertemu Ruslam (Rusa Alam), anak rusa asal Istana Bogor yang lahir pada 29 Mei 2022 di penangkaran Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang, Kamis, (7/7/2022).

Sebelum Bertemu Ruslam, para penggiat medsos itu juga mengikuti sejumlah kegiatan yang digelar PT Semen Padang. Di antaranya, seminar Langkah Bijak Pilah Sampah dengan narasumber M. Bijaksana Junerosano, yang merupakan Managing Director Waste4Change sekaligus Inisiator dan Penasihat Bergerak untuk #IndonesiaBersih #BebasSampah.

Setelah itu, para penggiat juga mengikuti piknik dan edukasi program lingkungan PT Semen Padang di area bekas tambang tanah liat yang direklamasi menjadi lapangan golf. PT Semen Padang, serta mengunjungi tempat konservasi ikan bilih, dan foto hunting ke industrial heritage pabrik Indarung I, serta kompetisi medos dengan tema ‘a Day in My Life’.

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati yang menyambut kedatangan rombongan penggiat medsos itu mengatakan bahwa nama Ruslam sendiri, adalah pemberian dari netizen melalui voting yang diadakan di instagram resmi PT Semen Padang, yaitu @semenpadang.

“Ruslam ini lahir dari rusa totol asal Istana Bogor yang diadopsi Semen Padang sejak tahun 2016. Awalnya berjumlah 6 ekor yang dipelihara, dan sekarang bertambah menjadi 15 ekor. Jumlah rusa totol sekarang ini menjadi bukti bahwa Semen Padang berhasil mengembangkan rusa totol,” kata Anita.

Izin pemeliharaan rusa totol ini, sebut Anita, tidak lah mudah. Sebelum dipelihara di Taman Kehati, berbagai prosedur harus dipenuhi oleh PT Semen Padang. Di antaranya izin dari BKSDA. Bahkan sebelum izin didapat, pihak Istana Bogor juga turun ke Taman Kehati ini untuk melihat kondisi suhu dan lingkungan.

Taman Kehati sendiri, memiliki luas 50 Ha. Selain rusa totol, di kawasan Kehati ini Semen Padang juga melakukan konservasi ikan bilih asal Danau Singkarak. Bahkan, hasil dari konservasi ikan bilih ini sebagiannya juga telah dikembalikan ke habitatnya di Danau Singkarak.

Selain itu, di Taman Kehati ini juga terdapat berbagai spesies flora dan fauna di antaranya, palem kipas, palem merah, tumbuhan paku tiang dan pakis haji, elang ular bido, cekakak sungai, cekakak belukar, burung madu sriganti dan burung madu. “Bagi Semen Padang, pemeliharaan rusa totol, ikan bilih dan juga flora dan fauna ini bagian kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Salah seorang penggiat medsos bernama Ilona Bella, mengaku senang bisa mengikuti program Bertemu Ruslam yang digelar Semen Padang. Meskipun Ruslam sendiri saat ditemui, tidak menunjukkan interaksi yang cukup banyak dengan para peserta program bertemu Ruslam.

“Tadi kami kasih makan juga, tapi sayangnya Ruslam agak sedikit malu-malu, sulit untuk kami dekati. Tapi yang jelas, kami sangat senang bisa bertemu si anak rusa totol dari induk yang berasal dari Istana Bogor yang lahir di penangkaran Taman Kehati ini,” katanya.

Selain bertemu dengan Ruslam, ia pun mengaku bahwa berbagai rangkaian yang digelar Semen Padang juga memberikan pengalaman yang cukup berharaga bagi dirinya probadi. Khususnya kegiatan seminar Langkah Bijak Pilah Sampah, sekaligus pengenalan aplikasi Nabuang Sarok Semen Padang.

Menurutnya, sangat banyak manfaat yang disampaikan narasumber seminar, terutama soal pengelolaan sampah yang selama ini banyak yang tidak diketahuinya. Kemudian soal aplikasi Nabuang Sarok, tentunya akan memberikan feedback bagi masyarakat lingkungan PT Semen Padang, dan Kota Padang pada umumnya.(*)