Tak Berkategori  

Semen Padang FC Tak Pernah Menang di Kandang Lawan Selama ISC 2016

Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn dihadang pemain SPFC Hengki Ardiles (antara foto)
Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn dihadang pemain SPFC Hengki Ardiles (antara foto)

PADANG – Harapan meraih sekali pun kemenangan di partai tandang pupus sudah bagi Semen Padang FC di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini.

Dijamu Bhayangkara FC di laga pamungkas away, Selasa (6/12) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jatim pasukan Kabau Sirah hanya bisa meraih satu angka. Duel berkesudahan 2-2. Bahkan jika tidak diselamatkan gol Vendry Mofu di menit 62 dipastikan anak asuh Nilmaizar menerima kekalahan ke-12 di markas lawan.

Sebetulnya permainan Hengki Ardiles dan kawan-kawan tidaklah terlalu jelek . Buktinya barisan belakang kubu tuan rumah yang digalang Otavio Dutra dibuat kerepotan dari aksi tusukan dan permainan satu dua dari Marcel, Vendry Mofu dan Riko Simanjuntak.

Peluang pertama SPFC didapat dari Marcel. Aksi solo run pemain berpaspor Brasil itu lalu diakhiri sepakan kaki kananya di luar kotak penalti di menit 13 masih mengarah kepada kiper Wahyu Tri Nugroho.

Kemudian di menit 21 aksi kombinasi rancak Rudi dengan Mofu di luar kotak penalti gagal dikonversikan menjadi gol. Sepakan keras Mofu masih tipis di sisi kiri Wahyu Tri. Tekanan terus dilakukan dan baru berbuah gol di menit 37.

Kembali hasil kombinasi satu sentuhan kepala Mofu disambut sepakan first time Marcel dalam kotak penalti menusuk tajam ke sisi kanan gawang Wahyu Tri, 0-1.
Kontan saja gol tim tamu itu membuat tuan rumah tersentak. Tidak bisa merumputnya goal getter (pencetak gol) Thiago Furtuoso sangat berpengaruh bagi lini depan anaka asuh Ibnu Grahan tersebut.

Namun, Ibnu Grahan akhirnya bisa juga gembira jelang babak pertama selesai. Satu menit waktu normal habis, tepatnya menit 44 kesalahan fatal penjaga gawang Rivky Daython Mokodompit harus dibayar mahal. Tangkapan bolanya terlepas hasil sundulan Indra Kahfi dalam kotak penalti.

Bola terlepas itu mengarah ke Otavio Dutra yang berada tepat di depan Rivky Mokodompit. Dengan tenang dan pelan saja, Otavio menceploskan bola ke jaring Rivky Mokodompit. Hasil 1-1 itu bertahan hingga babak pertama selesai.

Di 45 menit kedua tuan rumah membalikkan keadaan skor 2-1, tepatnya menit 55. Gol kedua Bhayangkara FC itu tercipta akibat kesalahan Rudi. Bola yang terlalu lama di kaki dan dapat direbut Fandi Eko Utomo. Dengan sekali gocekan, kemudian diakhiri sepakan canon ball kaki kirinya di luar penalty box menusuk tajam ke sudut kiri gawang Rivky Mokodompit.

Melihat situasi tertekan itu terutama di sektor kanan daerah pertahanannya. Juru taktik Nilmaizar pun menarik keluar Hengki Ardiles dengan memasukkan Fandri Imbiri di menit 56. Taktik Nil itu mumpuni. Imbiri bermain taktis dalam menghalau serangan di daerahnya itu.

Vendry Mofu akhirnya menjadi penyelamat kekalahan timnya dalam laga yang dipimpin wasit Abdul Rahman Salasa itu. Memasuki menit 62 Mofu berhasil merebut bola dari kaki Otavio Dutra yang mencoba menghalau bola ke tengah lapangan. Bola hasil rebutan Mofu itu dengan skill tingginya menggiring bola ke dalam kotak penalti. Melihat kiper Wahyu Tri sudah maju, Mofu mengarahkan sepakan ke tiang jauh, 2-2.

Hasil kembali imbang tersebut Nilmaizar pun memasukan Nur Iskandar dengan menarik keluar Irsyad Maulana pada menit 75 dengan harapan ada gol ketiga dari anak asuhnya itu. Namun sayang, hingga wasit Abdul Rahman Salasa meniup panjang peluit papan skor 2-2 tidak berubah.

Dengan hasil ini hingga pekan 32 TSC, Semen Padang FC bersama dengan Barito Putera, dan PS. TNI tim yang tak pernah menang di kandang lawan.

Laga berikut Semen Padang FC memainkan dua partai kandang, sekaligus duel penutup TSC 2016. Lawan pertama menjamu Mitra Kukar pada 12 Desember pukul 16.00 WIB dan menunggu kedatangan Persegres Gresik United di pekan 34 pada 17 Desember mendatang. (dede)