Tak Berkategori  

Semen Padang Gagal Raih Poin Sempurna di Laga Kadang Terakhir

Para pemain Semen Padang FC tertunduk lesu usai ditahan imbang Borneo FC (rahmat zikri)

PADANG – Gagal menang kembali dibukukan skuad Semen Padang FC. Laga kandang pamungkas Liga 1 musim 2019 ini tuan rumah gagal meraih ending (akhir) sempurna. Borneo FC bahkan hampir saja menang di Stadion H. Agus Salim, Padang, Selasa (17/12) petang.

Tensi permainan kedua tim selama 90 menit waktu normal berlangsung dalam tempo sedang saja. Tim tamu lebih banyak menurunkan pemain muda ditopang empat legiun asing mampu meladeni permainan tuan rumah yang menurunkan full team.

Sedikitnya ada dua peluang yang bisa dikatakan 90 persen gol dari kedua kubu. Pertama pada menit 30 aksi tusukan Ambrizal Umanailo dari sisi kanan gawang Rendy Oscario dan mengumpan kepada Renan Silva diakhiri sepakan kaki kanannya masih membentur sisi kiri tiang gawang Rendy.

Lalu, dua menit berikutnya dibalas oleh Semen Padang FC melalui sepakan Mariando Uropmabin di menit 32. Sontekan Uropmabin dalam kotak penalti masih mengarah kepada penjaga gawang Gianluca Pandeynuwu. Sepanjang 45 menit pertama papan skor 0-0 tidak berubah alias kacamata.

Babak kedua baru berusia empat menit wasit Musthopa Umarella menghadiahi Borneo FC penalti akibat palang pintu Semen Padang FC, Syaeful Anwar melanggar Abrizal Umanailo.

Hanya saja, eksekusi Matias Ruben Conti lemah dan terbaca oleh Rendy Oscario. Papan skor masih 0-0. Conti akhirnya membayar lunas kegagalan sepakan penaltinya itu. Tim tamu leading pada menit 73.
Berawal dari sepakan free-kick dari sisi kiri kotak 18 Rendy Oscario yang dilakukan Renan Silva. Umpan ke depan gawang Rendy disambut dengan sundulan Conti yang tak terkawal, 0-1.

Usai gol itu, juru taktik Pesut Etam, Mario Gomez memasukkan dua pemain muda yakni M. Shiran Amarullah dan Ulul Azmi menggantikan dua winger senior Terens Puhiri dan Abrizal Uminailo.
Taktik Mario Gomez memasukkan dua winger muda itu untuk lebih memaksimalkan serangan dari dua sisi sayap.

Tiga menit usai gol Conti, tepatnya menit 76 giliran Semen Padang FC yang mendapat sepakan penalti. M. Rifqi dijatuhkan oleh Ulul Azmi sekaligus menerima kartu kuning dari wasit Musthofa Umarella. Vanderley Fransisco yang menjadi eksekutor sepakan 12 pas itu sukses mengecoh kiper Gianluca Pandeynuwu, 1-1.

Setelah gol penyeimbang Vanderley itu praktis tidak ada lagi gol tambahan dari kedua kubu sampai wasit meniup peluit tanda laga usai.

Kepada jurnalis usai laga pelatih Eduardo Almeida mengaku timnya gagal mendulang tiga angka di laga kandang terakhir. Namun para pemainnya telah berjuang dengan maksimal.

M. Rifqi yang mendampingi coach Eduardo dalam jumpa pers itu mengakui gim cukup berat. “Pertandingan cukup berat dan lawan menurunkan pemain muda dan memiliki otivasi yang bagus,” kata M. Rifqi.

Sementara itu, dari kubu Borneo FC yang langsung dipimpin coach Mario Gomez dalam sesi jumpa pers itu menyayangkan kegagalan timnya meraih kemenangan yang sudah di depan mata karena kegagalan dalam eksekusi penalti. “Kita akan fokus di laga terakhir lawan Persipura,” ungkapnya. (rahmat)