oleh

Sempat Terjadi Keributan, Ini Hasil Pertemuan KONI dan Dispora Sumbar

PADANG – Pasca-keributan saat pelepasan atlet, DPRD Sumbar menggelar pertemuan antara pihak KONI Sumbar dengan Dispora di gedung dewan, Senin (28/10).

“Kita mendukung agar olahraga Sumbar bisa menuai prestasi yang membanggakan. Semua lembaga harus mendukung untuk itu,” Ketua DPRD Sumbar, Supardi usai pertemuan tersebut.

Supardi juga mengatakan tak ada lagi permasalahan yang sebelumnya menjadi penyebab pertengkaran antara pihak KONI dan Dispora Sumbar, yakni terkait belum cairnya dana hibah untuk KONI yang berasal dari APBD-Perubahan 2019.

“Dana tersebut sudah dipastikan akan ditransfer ke KONI sore ini (28/10). Dengan begitu para atlet dan pendamping dari KONI bisa serius dan berkonsentrasi untuk mengikuti kegiatan porwil di Bengkulu,” ujar Supardi.

Supardi mengatakan permasalahan tersebut hanyalah miskomunikasi antara KONI dan Dispora. Namun keduanya harusnya saling bersinergi untuk memajukan bidang olahraga di Sumbar. “Kita harapkan jangan sampai permasalahan ini berlarut-larut dan KONI dengan DIspora bisa bersinergi dan bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

Sementara Ketua KONI Sumbar, Syaiful mengatakan pasca pertemuan tersebut tidak ada lagi masalahan. Anggaran tersebut akan dicairkan pada hari senin sore ini. “Sudah tidak ada lagi permasalahan dan akan dicairkan hari ini,” ujarnya.

Supardi juga mengatakan untuk atlet ada anggaran Rp1,5 juta untuk uang saku. Panitia sebesar Rp4,8 juta. Masalah besaran dana ini sempat menjadi pembahasan. “Memang untuk panitia ini Rp4,8 juta. Namun ini sudah termasuk seluruh biaya panitia, yakni makan dan minum panitia. Sementara untuka atlet hanya Rp1,5 juta itu untuk uang saku saja. Untuk amkan dan minum atlet sudah ditanggung dan tidak diambil dari Rp1,5 juta tersebut,” ujarnya.

Hal-hal seperti ini, menurut Supardi harus diklarifikasi dan diberitahukan kepada khalayak umum sehingga tak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Kemudian, untuk reward, jelas Supardi, mengatakan tak ada peraturan yang mengaturkan reward atlet harus berasal dari KONI. Namun idealnya sebaiknya di KONI karena lebih baik reward langsung bisa dicairkan dan diberikan kepada atlet sehingga tak perlu atlet menunggu. “Ini nantinya yang perlu di bahas kembali,” ujarnya. (titi)

Loading...

Berita Terkait