Tak Berkategori  

Serapan APBD Solok Selatan Rendah

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG ARO – Serapan APBD Pemerintah Kabupaten Solok Selatan hingga Mei tahun ini masih tergolong rendah. Selain faktor kegiatan di bidang pembangunan yang belum banyak berjalan, juga disebabkan masih belum adanya laporan realisasi penggunaan uang muka dari beberapa OPD di lingkungan Pemkab.

Kepala BPKD Irwanesah didampingi Kabid Akutansi, Badan Pengelolah Keuagan Daerah (BPKD) Yoni Elfis menjelaskan,  sampai Mei ini,  serapan APBD Solsel 2017 dari belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL) baru mencapai 17, 78  persen. Dari dana tersedia Rp726,6 miliar lebih, baru realisasi dari Januari hingga Mei sekitar Rp129,1 miliar lebih.

Rendahnya serapan tersebut, karena masih banyaknya kegiatan yang belum terlaksana oleh pihak Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Lalu belum dimulainya kegiatan oleh beberapa OPD.

Sedangkan dari sisi pendapatan, sejak Januari hingga Mei, tercatat realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 4,8 miliar lebih (17,48 persen) dari plafon PAD sebesar Rp 27,9 miliar lebih. Khusus pendapatan, Irwansah, ini yang tercatat secara lansung dengan sistem yang dikelola.

Persoalan rendahnya serapan dana APBD juga disebabkan efektif pengesahan APBD yang baru bisa dilaksanakan Maret. Faktor ini juga berpengaruh.

Meski demikian ia tidak menapik, ketidakmampuan dan ketidaksiapan SDM di masing-masing OPD, apalagi yang mempunyai kegiatan pisik, juga menjadi penentu lambatnya serapan anggaran. Bahkan hingga saat ini masih ada juga OPD yang belum melaporkan realisasi penggunaan uang muka yang telah diambil.

Kabid Akuntasi Yoni Elfis merinci, saat ini realisasi dana dibidang belanja modal baru mencapai Rp5 miliar lebih atau 2,12  persen dari total anggaran tersedia Rp239,2 miliar lebih.  Sedangkan realisasi belanja operasi mencapai Rp123,6 miliar lebih atau 25,42  persen dari total anggaran tersedia Rp. 486,4 miliar lebih.

Meski demikian Yoni Elfis berharap, jika nanti kegiatan fisik sudah dimulai, rekanan atau pelaku kegiatan agar mengambil uang muka dan mencairkan dananya sesuai dengan tahapan pencairan dana. (afrizal)