Tak Berkategori  

Setelah Memangsa Kerbau, Harimau Santap Tujuh Anjing di Palembayan

LUBUK BASUNG – Setelah kerbau warga Cubadak Lilin Nagari Tigo Balai Kecamatan Matur yang dicabik harimau, kini di Nagari Koto Silungkang giliran anjing yang diterkam Inyiak balang. Tak hanya satu ekor, tujuh ekor anjing, binatang haram dimakan manusia itu tanpa basa basi dicabik cabik oleh binatang buas yang dilindungi itu.

Sampai saat ini, walaupun kerbau yang dimangsa harimau, tetap saja menimbulkan kekhawatiran bukan tidak mungkin ada pula giliran manusia yang disantap harimau Sumatera itu, karena manusia lah yang menganggu habitatnya

Sementara usaha pihak Pengendali Ekosistem Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) yang telah memasang perangkap di dua lokasi di kecamatan Matur belum menunjukkan hasil.

“Belum dapat dipastikan apakah harimau yang sama yaitu makan kerbau di Matur yang menerkam anjing di nagari Tigo Koto Silungkang Palembayan atau tidak.” kata Ade Putra dari BKSDA Agam kemaren.

Warga Tigo Koto itu langsung melaporkan teror harimau itu ke BKSD, disampaikan tujuh ekor anjing peliharaan sudah disantap harimau. Yang melapor adalah Amir Hamzah (60)

“Amir melaporkan kejadian itu ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam beaberapa hari lalu,” katanya.

Merespon laporan itu , Tim Resor KSDA baru mendatangi tempat kejadian pada Senin (26/4), sementara saat bersamaan BKSDA Agam sedang mencari akal mengendalikan harimau sumatera yang di Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai Kecamatan Matur. Di lapangan dapat data, memang ada 7 ekor anjing telah dibunuh harimau.

“Hasil pengumpulan data, diketahui sebanyak tujuh ekor ternak anjing milik warga setempat mati karena dimangsa satwa liar yang diduga jenis harimau Sumatera,” katanya.

Katanya salah seorang pemilik anjing, Novi (40) mengatakan, dua ekor anjing miliknya dimangsa bergiliran pada malam berbeda. “Novi menyebut bahwa ada warga yang melihat Harimau itu beberapa waktu lalu,” katanya.

Anjing tersebut diterkam dan diseret dari pondoknya ke arah pinggir kebun dan di sekitarnya ditemukan banyak jejak menyerupai tapak kaki harimau.

Identifikasi lapangan untuk mencari dan mengumpulkan data-data tanda keberadaan satwa berupa jejak, cakaran dan kotoran akan dilakukan untuk memastikan jenis dan individu satwa.

Sebagaimana diberitakan, sejak awal Maret sampai pertentangan April ini, enam ekor ternak kerbau warga Jorong Cubadak Lilin dan Jorong Sari Bulan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur ditemukan dalam kondisi mati sebanyak dua ekor dan terluka sebanyak empat ekor.

Tim Resor KSDA Agam yang sudah melakukan pengusiran sejak Maret lalu, akhirnya memutuskan melakukan evakuasi satwa dengan memasang perangkap sebanyak dua unit.

Ade mengimbau warga agar tetap hati-hati dan waspada ketika beraktivitas di ladang dan dipinggir kawasan hutan. Selain itu warga juga telah diminta untuk mengamankan ternaknya dengan cara mengkandangkannya. (M.Khudri)