Tak Berkategori  

Sidang DKPP, Hakim Semprot Komisioner KPU dan Bawaslu Sumbar

DKPP (net)
DKPP (net)

PADANG – Lima komisioner KPU Sumbar, Amnasmen (ketua) Mufti Syarfie, Nurhaida Yetty, Nova Indra, dan Fikon (masing-masing anggota) menjalani sidang perdana di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Kamis (29/10).

Pada persidangan itu anggota KPU Sumbar dihadapkan dengan dua pelapor secara bergantian, yakni Roni Putra, dan tiga komisioner Bawaslu Sumbar, Elly Yanti, Aermadepa, dan Surya Efitrimen.

Suasana persidangan dilaporkan berlangsung cukup tegang. Majelis hakim yang dipimpin Jimly Asshiddiqie beberapa kali bernada tinggi karena, anggota KPU dan Bawaslu tidak bisa menjawab pertanyaan majelis soal ketua Parpol yang tidak tanda tangan spesimen rekening kampanye.

Bawaslu yang dalam laporannya juga disalahkan karena tidak bisa mengawasi kinerja KPU Sumbar yang kantornya hanya berbatas pagar.

Pelapor Roni Putra menjelaskan, majelis hakim marah karena menganggap enteng Undang-undang Pilkada dan peraturan KPU. Pasangan calon tidak memenuhi syarat masih saja diloloskan.

Untuk membuktikan spesimen rekening kampanye Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) tidak ditandatangani ketua partai, Roni akan menghadirkan saksi. “Saya akan hadirkan ketua Partai Hanura Sumbar, Marlis, memberikan keterangan pada sidang lanjutan 4 November nanti,” katanya.

Hal itu dibenarkan Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sumbar, Aermadepa. Majelis marah soal tandatangan spesimen rekening kampanye pasangan calon MK-FB yang tidak ditandatangani ketua partai pengusung. KPU tidak tahu karena tidak ada akses untuk membuktikan spesimen yang dipegang pihak bank. (defil)