Tak Berkategori  

Siswi Cantik Tewas Ditimpa Pagar Roboh

Ilustrasi (net)

PEKANBARU – Dara cantik siswi SMU 14 Pekanbaru, Yunita Oktaviazoly meninggal seketika setelah tertimpa tembok pagar SD Negeri 141 Pekanbaru, Riau yang roboh. Saat itu Yunita tak bisa menyelamatkan diri lantaran motor yang dikendarainya mengalami mogok.

Yunita Oktaviazoly berada di lokasi saat mengantar adiknya sekolah. Yunita merupakan
warga Jalan Abidin Kelurahan Simpang 3 Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. “Saat kejadian
Yunita sedang mengantar adiknya sekolah. Posisi dia dekat pagar. Saat akan pergi tiba-tiba
motornya mogok dan saat itulah tembok pagar rubuh dan mengenai Yunita. Sementara
adiknya selamat,” kata Komite Sekolah SD Negeri 141 Pekanbaru, Rostami, Rabu (14/10).

Sementara itu korban Mileem Maleaki, murid kelas 1B SD Negeri 141 tewas juga saat
berada di sekitar pagar. Sementara siswa lainnya sudah masuk areal pagar. “Dia juga
berada di sana. Sebagian siswa ada yang sudah di dalam sebagian memang masih di luar,”
imbuhnya.

Dia mengakui bahwa bangunan tembok setinggi 2 meter itu kondisinya miring. Letak dari
pagar itu berada di tepi jalan. Di sanalah wali murid mengantar anaknya. “Kita tentu
berduka atas musibah ini,” katanya dikutip dari okezone.

Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menegaskan pihaknya tengah menyelidiki
dugaan unsur pidana dalam insiden robohnya tembok SD tersebut. “Apakah perbuatan ini
melawan hukum atau ada unsur kesengajaan atau kelalaian, biarkan proses penyelidikan
yang bekerja,” katanya di lokasi kejadian.

Jajarannya masih terus berupaya mengumpulkan keterangan dan menyita sejumlah barang
bukti termasuk lima unit sepeda motor yang turut tertimpa tembok setinggi dua meter dan
sepanjang enam meter tersebut. Selain itu, dia juga menerangkan jajarannya turut terus
mengumpulkan keterangan para saksi mata dalam insiden memilukan yang terjadi pukul
07.00 WIB pagi itu. “Sekarang terlalu dini kita menyimpulkan siapa yang bertanggung
jawab (dalam insiden ini),” lanjutnya kepada okezone.

Dari penelusuran di tempat kejadian perkara, sejumlah warga menyebutkan bahwa insiden
robohnya tembok tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. “Jam itu merupakan jam sibuk
karena begitu banyak orang tua atau pengantar anak untuk masuk sekolah,” kata salah
seorang warga yang mengaku akrab disapa Mama Arif.

Perempuan yang keseharian berjualan persis di depan tembok itu mengatakan kejadian
tersebut berlangsung begitu cepat. Bahkan dirinya mengaku terkejut ketika pagar
sepanjang enam meter dengan tinggi sekitar dua meter itu tiba-tiba ambruk dan
mengeluarkan dentuman keras.

“Setelah pagar roboh, saya langsung melihat darah mengalir dari balik tembok. Kami
semua sudah berusaha membantu korban namun tak sanggup mengangkat tembok itu.
Baru beberapa menit kemudian tiba bantuan dari Damkar dan polisi,” jelasnya. (aci)