Tak Berkategori  

Siswi SMA Ini Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang dengan Adik Kandung

Ilustrasi (okezone)

PASAMAN – Seorang remaja perempuan ditangkap polisi. Ia ditangkap lantaran kasus penemuan mayat bayi laki-laki yang membusuk di dalam parit di daerah Pasaman.

Ironisnya, bayi laki-laki ini merupakan hasil hubungan inces alias hubungan sedarah. Adik diduga menghamili kakak, itulah adanya.

Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal saat penemuan mayat oleh seorang warga sekitar lokasi kejadian, Sa (30). Saksi yang awalnya hendak memberi makan ikan di kolamnya pada Minggu (16/2) kemarin, mencium aroma busuk.

Setelah ditelusuri, ternyata aroma tersebut berasal dari jenazah bayi yang sudah membusuk. “Kondisi bayi sudah membusuk. Beberapa bagian sudah dimakan belatung. Bahkan bagian kepalanya tidak utuh lagi. Kondisi bayi masih bertali pusar,” kata AKP Lazuardi.

Dilanjutkannya, usai ditemukan ia dan masyarakat melapor ke Polsek setempat. Dipimpin Kapolsek, Iptu Fahrur Roji dan didampingi seorang tenaga medis, dokter Tulus Susilo datang ke lokasi. “Pihak Polsek langsung berkoordinasi dengan Polres. Setelah diselidiki, kami mengamankan seorang perempuan muda. Pelajar SMA,” jelasnya.

Pengusutan terus dilakukan, hingga akhirnya diketahui anak malang itu hasil hubungan pelaku dengan adiknya yang masih berusia 13 tahun.

Sebelum dibuang, pelaku mengaku melakukan hubungan terlarang dengan adiknya sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Ia hamil dan menyembunyikan kasus tesebut. Ditambah, ia yang sedang praktik lapangan di luar daerah, membuat tidak banyak keluarga yang mengetahuinya. “Pas kejadian, pelaku di kampung. Ia mulanya hendak buang air di areal persawahan atau ladang. Saat jongkok, ternyata lahirlah bayi malang tersebut,” jelas AKP Lazuardi.

Saaat lahir, pelaku mengaku panik. Namun, pelaku mengaku, anak yang dilahirkannya itu memang sudah tak bernyawa saat lahiran. Hingga akhirnya pelaku nekat membuang bayi malang tersebut di lokasi kejadian. Hingga akhirnya ditemukan beberapa hari setelah kejadian pembuangan tersebut. (chan)