oleh

Sofyan Basir Mulai Disidangkan Senin Pekan Depan

JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT PLN nonaktif, Sofyan Basir bakal menjalani sidang perdana pada Senin (24/6) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Hal itu dikonfirmasikan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah.

“KPK telah menerima informasi, persidangan perdana untuk terdakwa Sofyan Basir akan dilakukan pada 24 Juni 2019 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ujar Febri, Kamis (20/6).

Lebih lanjut, Febri menyebut bahwa pada sidang perdana itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan
membacakan dakwaan yang sudah disusun. “Di sana akan diuraikan perbuatan-perbuatan yang diduga
dilakukan oleh terdakwa, terutama dalam kapasitas membantu terjadinya tindak pidana korupsi
suap terkait kontrak kerja sama PLTU Riau-1,” tuturnya dikutip dari okezone.

Terdakwa Sofyan diduga membantu pelaku lain dalam melakukan korupsi tersebut. Oleh karena itu,
KPK mendakwa menggunakan pasal sebagai berikut Pasal 12 a juncto Pasal 15 Undang-undang Tipikor
juncto Pasal 56 ke 2 KUHP atau Pasal 11 juncto Pasal 15 Undang-undang Tipikor juncto Pasal 56
ke-2 KUHP.

Sofyan diduga membantu bekas anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani
Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo
mendapatkan kontrak kerja sama proyek senilai 900 juta dolar AS atau setara Rp12,8 triliun.

Sofyan hadir dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh Eni Maulani Saragih, Johannes Kotjo
dan pihak lainnya untuk memasukkan proyek “Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik
Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) PT PLN.

Pada 2016, meskipun belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan
Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan
Infrastruktur Kelistrikan (PIK), Sofyan diduga telah menunjuk Johannes Kotjo untuk mengerjakan
proyek PLTU Riau-1 karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat.

Sehingga PLTU Riau-1 dengan kapasitas 2×300 MW masuk dalam RUPTL PLN. Setelah itu, diduga
Sofyan Basir menyuruh salah satu Direktur PT PLN agar Power Purchase Agreement (PPA) antara PLN
dengan Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Co (CHEC) segera
direalisasikan. (aci)

Loading...

Berita Terkait