Tak Berkategori  

Sok Paten

Khairul Jasmi

Yang bisa menyelamatkan kita di akhirat adalah ibadah kita. Anak, saudara, belum tentu. Ini antara lain isi kutbah yang saya dengar saat Shalat Jumat, kemarin.

Kaji ini kurang dalam dan walau kurang sejak kecil sudah saya dengar. Anda juga. Tapi, apa boleh buat, ya begitulah. Dengar sajalah.

Kalau ka mati maka mati, tak bisa minta ancit. Itulah ajal, kata khatib lagi. Saya mungkin terlalu sok atau sok paten atau mau lebih. Kaji seperti ini sudah diketahui manusia. Tapi, ya begitulah. Dengar sajalah. Atau tegak jadi khatib saja sekalian. Bisa menyampaikan lapaz-lapaz bahasa Arab? Doa-doa itu? Tidak kan? Itu dia yang sok paten, mengertik saja yang bisa.

Tapi saya memang ingin dapat hal baru yang mencerahkan dari khatib. Lama, bertahun-tahun, dari masjid ke masjid, saya tak dapat. Jika dapat, saya ingat sampai hari ini. Dan, itu tak banyak. Sok paten lagi.

Kutbah adalah bagian dari prosesi Shalat Jumat. Isinya sebaiknya yang mantap. Kalau tidak maka tak mengurangi sahnya jumatan. Isi untuk kepala, proses kutbah untuk syarat.

Apakah orang yang banyak mengantuk saat kutbah karena isinya itu ke itu saja atau dia yang sebenarnya tak niat berjumat? Hehe..

Sikap kita sebagai jemaah perlu diluruskan karena ada yang kencong. Sebaliknya, berkenanlah yang terhormat para khatib perbaharui pula materi kutbahnya. Mode di Pasar Raya, ma ago barang, ciek naik, ciek turun.

Kita-kita ini pemahaman agamanya rata-rata air saja. Singkek. Yang singkek itu dapat sedikit-sedikit dari surau ke masjid. Dengan yang sebinjek itu banyak yang merasa dia sudah jadi hamba Allah yang baik, nyumbang 5.000 pun pakai hamba Allah.

Kalau ada kaji yang bertentangan dengan paham di kepalanya dia memburansang. Sebaliknya nyaris tak ada yang mencoba mengingatkan kalau kasih pengajian kepada jemaah berilah yang baru, yang kira-kira jemaah akan ma angguak-angguak balam.

Hehe lain-lain saja yang saya tulis. Apa tidak ada yang lain kok sentuh-sentuh soal agama? Itulah sikap buruk, yang anggap bahwa umat yang rata-rata air ini mesti manut saja.

Suatu hari berpuluh tahun dari sekarang umat Islam akan begini-begini saja jika para ulamanya tidak kunjung peka juga. Lalu agama diperjualbelikan orang di pasar politik seperti nan taralah.

Dengar sajalah, banyak benar lampu-lampumu. Sok paten! **.