Sosok Mulyadi, Peduli Ponpes demi Menyemai Penerus Buya Hamka

Anggota DPR, Mulyadi diskusi dengan pengelola ponpes dan tokoh masyarakat di Agam saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusunawa di salah satu ponpes. (*)

SUNGAI PUA – Beruntunglah warga Sumbar memiliki wakil rakyat di Senayan sekaliber H. Mulyadi. Kepeduliannya dalam memperjuangkan kemajuan daerah patut diacungkan jempol.

Pembangunan infrastruktur demi mendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat menggeliat. Pembangunan sarana penunjang sekolah agama juga tidak ditinggalkan. Bahkan menjadi perhatian khusus bagi politisi Demokrat ini.

Misalnya di Pondok pesantren (Ponpes) Diniyah Limo Jurai, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Agam. Di sana, sudah berdiri megah sebuah rusunawa yang dimanfaatkan sebagai asrama santriwan.

“Kami bersemangat belajar di sini. Apalagi ada asrama yang didirikan di sekitar kawasan pondok pesantren. Peminat yang belajar di sini meningkat pula,” kata Rian, seorang santri yang tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di ponpes Diniyah Limo Jurai, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Agam.

Edi, santri lainnya juga mengatakan hal sama. Selain betah dan menambah motivasi untuk mendalami ilmu agama di sana.

“Alhamdulillah, di Ponpes Diniyah Limo Jurai sudah ada asrama yang bagus. Didorong oleh Pak Mulyadi. Kalau tak ada Pak Mulyadi yang memperjuangkannya di pusat, tentu tak dapat-dapat. Pak Mulyadi benar-benar peduli dengan kebutuhan rakyat termasuk komitmen memajukan pendidikan Islam,” tutur Son, satu dari beberapa orangtua santri ponpes Diniyah Limo Jurai.

Naldi, orangtua santri lainnya, juga merasa senang dan menyekolahkan anaknya di sana, selain ponpes-nya bermutu juga ada asrama yang representatif.

Ya, asrama atau rusunawa di lingkungan ponpes itu, megah. Sudah lebih lima tahun, rusunawa itu dimanfaatkan. Peletakan batu pertama pembangunan rusunawa itu sendiri dilakukan Minggu (14/4/2013) oleh Bupati Agam Indra Catri.

Hadir saat itu Wakil Ketua Komisi V DPR, H. Mulyadi sang aktor penggiring pembangunan rusunawa, Anggota DPRD Agam, SKPD terkait, Camat, dan tokoh masyarakat beserta para santri.

Dalam peletakan baru pertama tersebut, Walinagari Sungai Pua Feri Adrianto St. Sinaro mengatakan, pembangunan rusunawa tersebut atas perjuangan anggota DPR asal Sumbar, Mulyadi di Senayan. Mulyadi sukses mendorong mitra kerjanya, Kementerian Perumahan Rakyat untuk mendirikan rusunawa di Sungai Pua.

Feri Adrianto kini menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Diniyah yang mengelola Ponpes Diniyah Limo Jurai, Nagari Sungai Pua tersebut.

Indra Catri dalam kesempatan itu, mengungkapkan, rumah sekolah berbasis agama diperbanyak untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di Agam. Pada akhirnya membawa risalah untuk kepentingan umat Islam, karena dengan keimanan yang kuat, merupakan pondasi yang kuat agar jauh dari bencana.

Sebelum itu, Indra mengucapkan terima kasih kepada pemilik tanah yang sudah menginfakkan tanahnya untuk mendukung penuh program pendidikan agama di Sungai Pua tersebut.

Tak hanya di Ponpes Diniyah Limo Jurai dan Ponpes Sumatera Thawalib Parabek yang punya rusunawa, di Agam setidaknya tujuh pesantren. Yaitu, ponpes Arasullin Madrasah Tarbiah Islamiah Kecamatan Candung, ponpes Mu’alimin Muhammadyah di Sawah Dangka Kamang.

Kemudian, ponpes Tarbiyah Islamiah Pasia, ponpes Modern Diniyah Pasia Kecamatan Ampek Angkek , ponpes Nurul Yakin Siti Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung dan ponpes H. Abdul Karim Sy’aib Agam Kecamatan Ampek Koto.

Rusunawa ini, hadir di sana, juga berkat tangan dingin Mulyadi. Apalagi politisi Demokrat ini melihat kehadiran rusunawa di ponpes Thawalib Parabek, sebuah kebutuhan yang mesti segera direalisasikan.

Anggota DPRD Sumbar asal Agam, Nofrizon membenarkan, pembangunan rusunawa untuk beberapa pondok pesantren di Agam adalah berkat kegigihan perjuangan Pak Mulyadi di Senayan.

“Kepedulian dan kegigihan dalam memperjuangkan sarana pendidikan Islam ini memperlihatkan Pak Mulyadi komit dengan memajukan pendidikan Islam. Bisa jadi sebagai urang Agam, beliau berharap kelak lahir generasi penerus Buya Hamka, ulama besar Indonesia asal Agam,” terang Novrizon.

Pengakuan serupa juga muncul dari Ketua DPRD Agam, Marga Indra Putra. Bahkan untuk pembangunan infrastruktur di Agam, mulai jalan, irigasi, pengamanan abrasi hingga jalan lingkung, kakok tangan Mulyadi diakui masyarakat Agam.

“Soal kepedulian Pak Mulyadi kepada daerah dan masyarakat, kita angkat jempol,” terang Marga Indra yang sudah menjadi Ketua DPRD Agam sejak 2009 hingga sekarang. (pepen)

 

Loading...