Tak Berkategori  

Spanduk Larangan Pengaspalan Bermunculan di By Pass

Spanduk yang terpasang pada beberapa titik di lahan pengerjaan jalur dua By Pass Padang.(*)
Spanduk yang terpasang pada beberapa titik di lahan pengerjaan jalur dua By Pass Padang.(*)
PADANG – Ternyata spanduk yang terpasang pada lahan pengerjaan jalur dua By Pass Padang bukan dari masyarakat. Spanduk larangan pengaspalan tersebut tidak bertuan, untuk itu Pemprov Sumbar akan menelusuri siapa dalang dibelakangnya.
Kondisi itu terungkap dari pertemuan Walikota Padang Mahyeldi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Padang dan juga Camat Kuranji berkoordinasi dengan Sekdaprov Sumbar, Jumat (31/3). Pertemuan tersebut khusus membicarakan  adanya spanduk, penolakan terhadap pembangunan jalur dua By Pass Kota Padang.
“Soal itu, langsung sama Sekda saja, perihal spanduk itu sedang kita cari siapa yang memasang,”ungkap Mahyeldi tergopoh-gopoh usai pertemuan.
Dikatakannya, pembangunan jalur dua saat ini masih tetap berjalan dan tidak ada penghentian terhadap jalan tersebut. Kontrak pengerjaan  masih berlangsung hingga Mei. Perpanjangan kontrak tersebut  sudah disetujui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebelumnya, pada lahan pembangunan jalur dua By Pass Padang, terpasang sejumlah spanduk yang bertuliskan tangan. Spanduk itu berisikan larangan pengerjaan pengaspalan yang berbunyi “Tolong!!! dihentikan dulu pekerjaan pengaspalan!!! karena konsolidasi tanah belum selesai. Menariknya, bahasa spanduk ini sama dengan sejumlah spanduk lainnya, yang ada sekitar 10 titik.
Sekdaprov Sumbar, Ali Asmar mengatakan, dari hasil rapat berasama Walikota Padang spanduk tersebut bukan dari masyarakat. Spanduk tersebut muncul secara tiba-tiba tengah malam. Setelah ditelusuri Pemko Padang, ternyata tidak ada masyarakat yang memasang. Saat ini muncul berbagai spekulasi terkait hadirnya spanduk tersebut. (yose)