Tak Berkategori  

Sudah 1.807 Warga Tanah Datar Terjangkit Covid-19

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar, Muharwan. (mus)

BATUSANGKAR – Total warga Tanah Datar, yang terpapar Covid-19 sudah mencapai 1.807 orang. Sebanyak 56 orang di antaranya meninggal dunia.

Angka itu didapat, setelah Minggu (16/5) dilaporkan terjadi tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak sepuluh orang. Bersamaan dengan itu, juga terjadi tambahan kasus pasien sembuh atau kembali negatif sebanyak tiga orang.

Pada saat umat Islam merayakan lebaran Idul Fitri 1442 H, Kamis (13/5), dilaporkan juga terjadi penambahan sebanyak delapan kasus, sementara pada Rabu (12/3), kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah dalam jumlah angka yang cukup besar, yakni mencapai lima puluh orang. Pada hari itu, juga terjadi pertambahan pasien meninggal dunia dan sembuh.

Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada hari itu, menurut Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar Muharwan, merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berjenis kelamin perempuan dan merupakan warga Kubu Rajo, Kecamatan Lima Kaum, yang meninggal di RS Unand Padang.

‘’Akumulasi kasus konfirmasi sebanyak 1.807 orang, di mana 56 orang meninggal dunia, 1.386 orang sembuh, dan selebihnya menjalani perawatan dan isolasi di berbagai tempat,’’ katanya.

Pasien Covid-19 asal Tanah Datar yang menjalani perawatan di rumah sakit, imbuhnya, terdiri dari RS Unand Padang sebanyak empat orang, RSOMH Bukittinggi lima orang, RSUP M. Djamil Padang tiga orang, RSAM Bukittinggi satu orang, RS Ibnu Sina Padang Panjang tiga orang tiga orang, dan RSUD Padang Panjang juga tiga orang.

Berikutnya, di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar sebanyak lima orang, RS Ibnu Sina Bukittinggi tiga orang, RS Ibnu Sina Payakumbuh tiga orang, RSUD Padang Pariaman tiga orang, RSUD Bukittinggi tiga orang, RS Yos Sudarso Padang satu orang, dan RS Ibnu Sina Padang satu orang.

Sedangkan yang menjalani isolasi di RSUD Padang Panjang ada satu orang, dan isolasi mandiri 323 orang. Di Kabupaten Tanah Datar masih tercatat kasus suspek sebanyak 22 orang dan probable tiga orang.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar Yusrizal menjelaskan, untuk memutus rantai penularan Virus Corona yang menjadi penyebab penyakit pandemi Covid-19 itu, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari mengedukasi masyarakat, sampai kepada menyiapkan regulasi dan penegakan hukum bagi pelanggar.

Untuk edukasi dan sosialisasi, ujarnya, upaya yang dilakukan di antaranya membudayakan penggunaan masker di tengah-tengah masyarakat, membiasakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan meminta segenap warga agar menghindari kerumunan.

Berdasarkan indikator kesehatan masyarakat dalam penetapan zonasi penularan Covid-19 yang diterbitkan oleh Pemprov Sumbar, berdasarkan update 15 Mei 2021, Kabupaten Tanah Datar masih berada pada zona orange atau resiko sedang 2,03. Untuk skor seperti demikian, Luak Nan Tuo masih terbilang rawan penularan Virus Corona. (mus)