oleh

Sumbar Bebas dari Kolera Babi

PADANG – Sumatera Barat dinyatakan bebas dari virus hog cholera atau koler babi. Selain sudah dinyatakan bebas, di Sumbar juga tidak peternakan babi.

“Kita Sumbar bebas dari kolera, termasuk kolera babi. Kita sudah mendapatkan pernyataan bebas itu dari Kementrian,”sebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi Selasa (12/11).

Selain itu, di Sumbar sudah tidak ada lagi peternakan babi. Sebelumnya, memang ada usaha masyarakat peternakan babi di Sungai Buluh Padang Pariaman. Namun, kini peternakan itu sudah ditutup diganti dengan kambing.

“Dulu memang ada, tapi sekarang sudah diganti kambing oleh pemiliknya,”sebutnya.

Hingga kini pembiakan babi hanya ada di Kepulauan Mentawai. Meski begitu, masyarakat Mentawai tidak perlu kawatir. Karena jenis babi yang dipeliharai masyarakat Mentawai tidak jenis babi potong.

Kebanyakan babi yang dipelihara masyarakat Mentawai masih jenis babi hutan. Jenis babi tersebut tercatat tahan terhadap serangan virus kolera.

“Di Mentawai babinya jenis babi hutan. Jadi tahan dengan virus tersebut,”ujarnya.

Sebelumnya, wabah kolera babi menyerang Sumatera Sealatan. Hingga awal pekan ini, jumlah babi yang mati mencapai 4.682 ekor di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Fajar Sumping, mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan matinya babi-babi itu disebabkan virus kolera babi dan demam babi afrika ( ASF). “Baik kolera babi dan ASF tidak menular ke manusia (tidak zoonisis), jadi tidak membahayakan kesehatan manusia,” ujar Fajar. (yose)

Loading...

Berita Terkait