oleh

Sumbar Butuh Banyak Siberut

Siberut di shelter Escape Buiiding Kantor Gubernur Sumbar (yuke)
Siberut di shelter Escape Buiiding Kantor Gubernur Sumbar (yuke)

PADANG – Siberut selama ini dikenal sebagai nama salah satu daerah di Kepulauan Mentawai. Nama ini kemudian menjadi singkatan untuk alat sistim pemberitahuan tsunami.

Siberut digagas Ketua Litbang Pengembangan Instrument Sistem Peringatan Dini Bencana Sumbar, Ade Edwar bersama rekan-rekannya di Pusdalops, pasca gempa Solok pada 2007. Ide ini tercipta karena sirine yang ada sangat minim dibanding kebutuhan.

“Selain minim, harga alat pendeteksi ini juga mahal. Makanya kami mencoba berinovasi menciptakan Siberut, dengan komponen-kompen yang harganya murah. Hasilnya, alhamdulillah bermanfaat bagi masyarakat banyak,” kata Ade, Selasa (18/5).

Sirine tersebut ketika itu hanya dimiliki BMKG dan terpasang di tujuh daerah sepanjang pesisir. Padahal sirine yang dibutuhkan untuk Sumbar, dengan tingkat kerawanan gempa dan tsunami, sebanyak 1.000 unit atau minimal 600 unit.

Sirine milik BMKG harganya Rp1,5 miliar per unit. Namun dari ide Ade dan rekan-rekannya tadi, dengan dana Rp1,2 miliar mereka bisa menciptakan 34 unit Siberut.

Tidak hanya itu, Siberut juga lebih cangih sebab dilengkapi master kontrol, yang bisa mengontrol sistim dari jauh. (yuke)

Loading...

Berita Terkait