oleh

Sungai Maek Tercemar, Ikan Banyak Mati

SARILAMAK – Akibat tercemarnya hulu Sungai Maek di Kecamatan Pangkalan, Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, ribuan ikan mati. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar menduga karena pencemaran ini akibat aktivitas tambang timah hitam di kawasan tersebut.

Di Nagari Tanjuang Pauah dan Tanjuang Balik, matinya ikan sudah terlihat sejak 20 Oktober lalu. Kondisi ini juga menyebarkan bau busuk yang menganggu aktifitas warga setempat. Bangkai-bangkai ikan tersebut juga nampak bergelimpangan dan masuk ke waduk PLTA Koto Panjang.

Wali Nagari Tanjuang Pauah, Taufik JS mengungkapkan, kematian ikan jika tidak ditangani dengan cepat akan berdampak luas pada nelayan dan masyarakat yang mengkonsumsi ikan hasil tangkapan di Waduk PLTA Koto Panjang.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Pemerintah Provinsi Sumbar segera turun ke lokasi kematian ribuan ikan untuk menyelidiki penyebab matinya ikan-ikan,” ujarnya, Kamis (24/10).

Hal senada juga diungkapkan oleh Mushadi, Ketua Kelompok Nelayan Kampuang Tarandam, ia khawatir pencemaran ini semakin parah.

Uslaini, Direktur Walhi Sumbar merespon laporan warga terkait matinya ikan di Sungai Maek.

“Sample yang diambil akan diteliti di laboratorium guna mengetahui penyebab kematian ribuan ikan. Dalam pengecekan lapangan yang dilakukan Walhi Sumbar ditemukan fakta tidak jauh dari matinya ribuan ikan, beberapa ratus meter ke daerah hulu terdapat aktifitas pertambangan timah hitam. Dugaan kami, limbah aktifitas tambang timah hitam yang dibuang ke Batang Maek yang mengakibatkan matinya ribuan ikan,” tuturnya. (wahyu)

 

Loading...

Berita Terkait