Tak Berkategori  

Survei Spektrum Politika, Ganjar dan Probowo Masih Teratas

PADANG – Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih berada di posisi teratas untuk calon presiden pada 2024 mendatang. Sementara Prabowo Subianto berada dibawahnya dengan selisih hanya satu persen. Sedangkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswadan masih membayangi dibawah mereka.

Hal itu dikatakan Direktur Data dan Riset, Spektrum Politika Institut Andri Rusta, Kamis (4/11).

Lembaga survei Spektrum Politika Institute telah melakukan survei tentang Dinamika Perubahan Persepsi dan Perilaku Memilih Masyarakat Pasca Pemilu 2019 di Indonesia beberapa waktu lalu.

Dari hasil survei ada tiga calon presiden potensial yang bakal bersaing ketat pada Pilpres 2024 mendatang. Ketika ditanyakan siapa calon presiden yang ada dalam pikiran masyarakat (top of mind), preferensi politik masyarakat ada pada nama Ganjar Pranowo yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Tengah dengan angka elektabilitas mencapai angka 30,7 persen. Prabowo Subianto mendapatkan dukungan sebesar 29,7 persen. Selanjutnya elektabilitas kedua tokoh ini, dibayangi oleh Anies Baswedan dengan elektabilitas 22 persen. Sementara 17,6 persen responden masih belum menentukan pilihannya.

Dikatakan, dari sebaran dukungan, Ganjar unggul di tiga wilayah, namun memiliki jumlah pemilih yang sangat besar dan persentasenya juga besar, yakni Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur serta Bali dan Nusa Tenggara.

Sementara Prabowo, unggul di banyak wilayah dengan selisih yang cukup tipis, yakni Sumatera, DKI dan Banten, Jawa Barat, Kalimantan serta Sulawesi. Sedangkan Anies hanya unggul di Maluku dan Papua.

Menurut Andri Rusta, diperkirakan peta dukungan terhadap calon-calon presiden itu masih tetap bertahan dari Juli hingga Oktober tahun ini. “Bahkan kecenderungannya persentase masing-masing terus meningkat dibanding Juli lalu,” katanya.

Pada Juli lalu Ganjar Pranowo angka elektabilitas masih 16,9 persen, sementara, Prabowo Subianto mendapatkan dukungan sebesar 16,4 persen, sedangkan Anies Baswedan 10,2 persen. (105)