oleh

Tak Ada Koordinasi Rekrut Staf, Komisioner Bawaslu Dharmasraya Kecewa

Bawaslu (net)

PULAU PUNJUNG – Komisoner Bawaslu Dharmasraya kecewa, lantaran Sekretaris Bawaslu setempat tidak berkoordinasi dalam pengisian staf di lembaga pengawas pemilu itu.

Ketua Bawaslu Dharmasraya, Syamsurizal mengaku menyayangkan proses perekrutan tenaga PPNPNS di Bawaslu. Katanya, ia bersama komisioner lainnya tidak diajak koordinasi dalam proses penerimaan tenaga PPNPNS di lembaga Bawaslu.

“Kami hanya diberitahukann melalui WhatShaap, bahwa ada penerimaan staf. Saya tahu setelah ada hasil penerimaan saja,” ungkap Syamsurizal saat dikonfirmasi, Senin ( 18/3).

Katanya, awalnya Bawaslu membutuhkan tambahan tenaga Pegawai Pemerintah Non Pegawai  Negeri Sipil (PPNPNS) di bagian sekretariat sebanyak empat orang. Namun selama proses penerimaan PPNPNS tersebut, tiga komisioner tidak diikutkansertakan oleh sekretaris.

Mekanisme perekrutan PPNPNS ini juga diduga melanggar aturan Persekjen Nomor 1 tahun 2017, tentang mekanisme pengangkatan PPNPNS. Selain diduga melanggar Persekjen nomor 1, perekrutan pegawai PPNPNS Bawaslu Dharmasraya, juga diduga sarat permainan. Orang-orang yang dinyatakan lulus, diduga kerabat dekat Sekretaris Bawaslu.

“Yang pasti kami tidak diikutsertakan,” pungkasnya.

Terpisah Sekretaris Bawaslu Dharmasraya, Reda Akmal saat dikonfirmasi membenarkan adanya rekrut PPNPNS di Bawaslu.  Katanya,  proses penambahan tenaga PPNPNS di Bawaslu telah selesai dilaksanakan.

“Prosesnya sudah selesai, hasilnya empat orang sudah diterima, sesuai hasil pengumuman hasil tes CAT dan wawancara Nomor 011/ BAWASLU – PRIV. SB. 02/ SET/KP.00/III/ 2019,” jelasnya.

Saat disinggung lebih jauh sehubungan dengan proses PPNPNS tersebut, Reda Akmal memutus pembicaraan dengan alasan sedang nyetir mobil, dan berjanji akan menelpon kembali.

Namun setelah ditunggu- tunggu lebih kurang satu setengah jam, saat dihubungi kembali hp Reda Akmal tidak aktif.   (roni)

News Feed