Talamau Mountain Coffee, Kenalkan Kopi Pasaman Barat

Wakil Bupati, H. Yulianto didampingi Pj. Sekda, Andrinaldi, Kepala BKPSDM Pasbar, Yudesri memperlihatkan kopi asli Pasaman Barat, saat digelar festival kopi. (Andika)

SIMPANG AMPEK –¬†Memperkenalkan kopi Pasaman Barat, Pemda setempat menggelar festival kopi dengan tema “Talamau Mountain Coffee”. Acara ini, pertama kalinya digelar dan langsung mendapat sambutan masyarakat, terutama para pecinta kopi.

“Benar, produk kopi Pasaman Barat saat ini perlu kita perkenalkan kepada masyarakat luas. Potensi ini perlu dikembangkan dan dukung bersama, kalau bisa kopi Pasaman Barat mendunia,” kata Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto, baru-baru ini.

Ia mengatakan festival kopi ini bisa terlaksana berkat kerjasama Pemkab Pasaman Barat dengan Asosiasi Kopi Pasaman Barat sejak 7 Januari-10 Januari 2019 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Pasaman Barat ke-15.

Banyak varian kopi lokal Pasaman Barat yang ditampilkan. Tidak hanya kopi lokal saja, berbagai kopi varian dari daerah lain di Sumatera Barat ikut juga ditampilkan.

Menurutnya, saat ini Pasaman Barat memiliki lahan perkebunan kopi robusta dan kopi arabika seluas lebih kurang 1.200 hektare dengan produksi mencapai 450 ton per tahun dengan rata-rata produktivitas lebih kurang 800 kiligram per hektare.

Ia mengharapkan petani dapat meningkatkan serta melakukan perluasan areal dimana tanah kita bagus dan berpotensi untuk di kembangkan lagi menjadi areal perkebunan kopi.

Ketua Panitia Mountain Talamau Kopi Festival yang juga merupakan Ketua Asosiasi Kopi Pasaman Barat, Marmis Asid mengatakan pada Festival Mountain Coffee, pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai acara seperti kelas roasting, kompetisi manual brewin, leramal kopi, seruput kopi gratis, kopi dialog dan talk show.

Pengunjung juga dapat membeli bubuk dan biji kopi dari petani daerah langsung, serta alat menyeduh kopi di booth yang tersedia.

Festival Mountain banyak menampilkan varian kopi lokal di Pasaman Barat, seperti Mopi Tajo Taloe Minang, Kopi Minang Talu, Kopi Minang Kajai, Kopi Simpang Tibo Abu dan Kopi Kajai Equator.

Selain Kopi Pasaman Barat, kopi daerah lain juga ditampilkan di festival ini seperti kopi dari daerah Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota,  Payakumbuh dan Agam.

Menurutnya potensi kopi varian arabika Pasaman Barat cukup tinggi dan menjanjikan. Satu haktere lahan bisa ditanam sekitar 2.500 batang dengan produksi 2,5 ton per tahun. (dika)

Loading...