Tak Berkategori  

‘Tapak Harimau Paderi’, Novel Sejarah yang Jernih

Novel 'Tapak Harimau Paderi'
Novel 'Tapak Harimau Paderi'
Novel ‘Tapak Harimau Paderi’

PADANG – Sebuah novel jernih, baru saja diluncurkan, “Tapak Harimau Paderi,” ditulis Ridjaloeddin Shar. Novel sejarah setebal 536 halaman ini, perlu dibaca.

Judulnya saja mengundang tanya, tak pernah terdengar selama ini soal “tapak harimau Paderi.” Ini sesuatu yang baru, yang menggoda untuk menemukannya dalam novel tersebut.

Novel sejarah Perang Paderi ini dibuat berdasarkan riset yang mendalam. “Diangkat ke dalam bentuk novel dengan pandangan yang bening sehingga riak-riak dan kekeruhan Perang Paderi dari sebagian pengamat menjadi terurai dan bertrasformasi dalam bentuk kejadian heroik dan visi yang jelas,” kata penulisnya Rijaluddin.

Perang ini kata dia, bukan sekadar tembak-menembak senjata, tapi pergulatan sejarah batin Minangkabau. Minang, kata dia, jadi salah satu suku bangsa yang sudah diakui sebagai pelopor gerakan dalam pembentukan keberadaan bangsa Indonesia di belahan dunia. Tak ada perang yang amat melelahkan bagi Belanda, kecuali Paderi. Lama, menghabiskan banyak uang dan “jauh”.

Novel dimulai dengan goresan indah sastra, kemudian menukik pada persoalan. Mengetengahkan berbagai hal baru dan menarik. Membaca novel ini memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.

Sebelum ini, Rijaoeddin juga telah menulis novel sejarah berjudul, Maharaja Adityawarman. Rijaloeddin sebenarnya seorang praktisi ekonomi, bekerja pada banyak perusahaan, tapi ia gelisah, melihat sejarah berkeping-keping dan tak dihiraukan. (arief)