Tak Berkategori  

Tebal Sedimen Capai 100 Meter, Danau Maninjau Harus Dikeruk

Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau. (lukman)
Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau.  (lukman)
Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau. (lukman)

PADANG – Selain pengurangan keramba, Danau Maninjau harus dinormalisasi dengan pengerukan. Diperkirakan sudah terjadi sedimen setinggi 100 meter di dasar danau akibat pakan ikan yang menumpuk.

“Danau Maninjau sudah menjadi isu nasional, ini harus diselamatkan. Kita berharap masyarakat juga dapat memahaminya. Selain pengurangan jumlah keramba Danau Maninjau harus ada pengerukan,”sebut Anggota DPR RI, Ade Riski Pratama dalam kunjungan kerjanya ke Sumbar, Selasa (15/8).  Hadir pada kunjungan tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Maryadi Utama.

Menurutnya, pengelolaan Danau Maninjau tidak harus kembali mengarah pada pariwisata, bukan budidaya perikanan. Karena keindahan Danau Maninjau sangat menari. Tapi kini, dengan banyaknya keramba, menyebabkan sedimen yang sudah melebihi kapasitas dan telah merusakan ekosistem yang ada.

Untuk itu, dia meminta KementErian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V harus mengutamakan normalisasi Danau Maninjau. Harus ada perhatian khusus dan darurat agar danau tersebut dapat kembali baik.

“BWSS sudah usulkan dapat menjadi perhatian khusus, sebagai perpanjangan tangan masyarakat, sebagai isu nasional saya akan menggunakan politik anggaran di DPR RI untuk menanggulangi Danau Maninjau dengan cepat, melalui nilainya lebih besar, dapat dikerjakan dengan cepat,”sebutnya. (yose)