Tak Berkategori  

Terduga Teroris di Marawi Dulu Bekerja di KJA Maninjau

Tentara Filipina mengepung Kota Marawi. (*)
Tentara Filipina mengepung Kota Marawi. (*)
Tentara Filipina mengepung Kota Marawi. (*)

LUBUK BASUNG – Al Ikhwan Yusel (26) warga Jorong Batu Nanggai Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Sani, Agam tujuh terduga teroris asal WNI yang bergabung di Filipina Selatan ternyata anak yang pendiam dan pekerja keras di kampungnya.

Sehari-harinya bekerja sebagai pekerja Keramba Jala Apung (KJA) Maninjau dan pemeras susu kambing dan sapi.

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi kepada Singgalang, Jumat (2/6) menjelaskan, yang bersangkutan adalah kelahiran Palembayan, Agam tetapi berdiam dengan keluarganya di Jorong Batu Nanggai, Nagari Tanjung Sani.

“Orangtuanya itu tidak tahu sama sekali dengan tindakan yang dilakukan anaknya tersebut, sebab setelah dia pamit pada 25 Februari 2017 merantau ke Kota Bogor dan setelah itu tidak pernah kembali,” kata Ferry.

Dia tidak memberikan pesan apa-apa terkait dengan kepergiannya ke Bogor tersebut.

Kini pihak Polres Agam bersama jajaran tetap terus memantau keberadaan Al Ikhwan, setelah ditetapkan oleh Philippine National Police (PNP)  memasukkan nama tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dalam rilis 36 orang DPO kelompok teroris yang melakukan serangan di Kota Marawi, Filipina Selatan, Selasa (23/5) lalu.

“Untuk saat ini, pihak Polres tetap menjaga situasi di kediaman orang tua Al Ikhwan tetap kondusif dan tidak ada perlakuan aparat untuk mengisolasi keluarganya,” katanya. (sidi)