Terhitung Februari 2023, Tak Ada Lagi Penangkapan Ikan Bilih gunakan Bagan di Danau Singkarak

Seorang aparat menertibkan keramba di kawasan Danau Singkarak. Ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan batas akhir penangkapan ikan bilih di Danau Singkarak menggunakan Bagan. Terhitung Februari semua bagan di Danau Singkarak dilarang keberadaannya.

“Kita telah beberapakali mensosialisasikan dan bertemu dengan masyarakat yang menggunakan bagan di selingkar Danau Singkarak. Hal itu telah disepakati,” kata Kepala DKP Sumbar, Desniarti di Padang, Jumat (20/1/2023).

Ia mengatakan penangkapan ikan bilih yang merupakan endemik Danau Singkarak menggunakan bagan membuat populasi menjadi berkurang signifikan.

“Bagan apung itu menggunakan jaring ukuran kecil sehingga semua ikan baik besar maupun kecil terjaring sehingga ekosistem terganggu,” katanya.

Ia menyebut ikan bilih merupakan endemik Danau Singkarak yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Pernah dibudidaya di Danau Toba namun sekarang juga sudah punah.

“Kalau ikan ini punah, akan sangat merugikan tidak saja bagi kekayaan hayati Sumbar, juga merugikan ribuan masyarakat sekitar yang menggantungkan perekonomian dari ikan khas tersebut,”katanya.

Menurutnya polemik penggunaan bagan apung itu sudah cukup lama terjadi. Pemerintah Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar tempat danau itu berada sudah beberapakali mencoba menertibkan namun selalu gagal karena penolakan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumbar ikut terlibat dalam polemik tersebut karena Danau Singkarak menjadi salah satu Danau Prioritas berdasarkan Perpres No 60 tahun 2021.

“Kita sudah turun bersama Pemkab, bertemu dengan masyarakat. Kesepakatan waktu penggunaan bagan apung hingga Februari 2023 menjadi batas terakhir. Lewat dari itu kita angkat,” kata Desniarti.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae yang hidup di Danau Singkarak, Sumbar. Ikan ini menjadi salah satu kuliner dan oleh-oleh khas jika berkunjung ke tepian danau yang membentang di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.(yose)