Tak Berkategori  

Terjalnya Jalan Bukik Kupik, Mengisolasi Solok Ambah Kabupaten Sijunjung

Foto: Sejumlah warga membantu mendorong mobil plat merah yang tak bisa menanjak menuju Nagari Solok Ambah, Kecamatan Sijunjung, Kamis (7/4).ist

PADANG – Masyarakat Nagari Solok Ambah, Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung merindukan akses jalan yang representatif. Karena, jalan yang dilalui menuju nagari mereka sangat membahayakan keselamatan.

“Kami sangat membutuhkan jalan. Karena jalan untuk menuju daerah kami ini sangat terjal. Jika tidak hati-hati bisa masuk jurang. Selain itu juga masih sempit,”sebut Walinagari Solok Ambah, Husni Thamrin, saat memberikan sambutan dalam Safari Ramadhan Gubernur Sumbar, di Masjid Baitul Karim, Solok Ambah, Kamis (7/4) malam.

Dikatakan Husni, tanjakan yang dikenal dengan Batu Kupik tersebut menjadi kendala utama akses jalan ke nagari mereka. Selain sempit dan terjal, jalan itu juga berada di tepi jurang salah satu sisinya yang membuat daerah itu terisolasi.

Menurutnya, akses jalan adalah menjadi kunci kemajuan daerahnya. Karena dengan akses jalan yang memadai, maka masyarakat di sana akan lebih mudah membawa hasil perkebunannya ke luar. Begitu juga sebaliknya untuk membawa kebutuhan harian masyarakat.

Warga Solok Ambah pada umumnya berprofesi sebagai petani. Selain itu juga mengolah hasil hutan. Bukik Kupik memiliki jalan terjal hampir 90 derjat, dengan badan jalan lebar 3 meter.

Wali Nagari Solok Ambah Menangis Terisak,

Kegiatan Safari Ramadhan Gubernur Mahyeldi, juga menjadi momen emosional dibanding hari-hari sebelumnya. Kehadiran gubernur dan rombongan menjadi suatu yang istimewa bagi warga Nagari Solok Ambah, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Pasalnya, sejak nagari itu ada, bahkan menurut Wali Nagari, Husni Thamrin, sejak Indonesia merdeka, baru kali ini ada gubernur yang menginjakkan kaki ke nagari mereka.

“Sejak adanya nagari ini, sejak adanya pemerintahan negara kita ini, bahkan sejak Indonesia merdeka, baru kali ini Gubernur menginjakkan kaki ke Solok Ambah. Baru kali ini melihat wajah gubernur di Solok Ambah,” katanya.

Kendala lain adalah pendidikan. Di Nagari Solok Ambah, baru ada tiga sekolah dasar dan hanya satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang jaraknya jauh dari rumah warga ditambah kondisi jalan yang buruk.

Untuk pelayanan kesehatan di nagari yang berjarak 51 KM dari ibukota kabupaten ini, terdapat dua puskesmas nagari dan 1 puskesmas pembantu. Wali Nagari berharap ada penambahan tenaga bidan.

“Kami harap dengan kedatangan Bapak Gubernur dan Bapak Bupati, berbagai masalah pembangunan di Nagari Solok Ambah, bisa segera teratasi. Termasuk keberadaan nagari di dalam kawasan hutan lindung, mohon dicarikan solusinya,” pinta Husni.

Gubernur Mahyeldi, menyampaikan pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam membangun nagari. Kerjasama dan kebersamaan adalah salah satu pelajaran yang dapat diambil dari Ramadhan tahun ini.

“Contoh kecilnya saja, pada saat Ramadhan, bukan salat wajib saja yang dilakukan secara berjamaah, namun shalat sunat pun juga dilakukan berjamaah,” katanya.

Mahyeldi juga menyampaikan pada 2022, Provinsi Sumbar mengalokasikan anggaran untuk Kabupaten Sijunjung lebih dari Rp35 miliar yang tersebar di beberapa OPD. Diantaranya Rp12 miliar di Dinas BMKCR, Rp5 Miliar di Dinas Pendidikan, Rp4,1 miliar di Dinas Peternakan, dan Rp4,4 miliar di Dinas Perkimtan.

Dalam Safari Ramadhan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan hibah untuk pembangunan Masjid Baitul Karim sebesar Rp50 juta. Bank Nagari dan Kanwil Kemenag Sumbar juga menyerahkan bantuan masing-masing Rp10 juta.

Selain itu juga diserahkan 10 mushaf Al-Qur’an dari Kepala Bappeda, serta uang bernilai 1 juta dan 10 buah Al-qur’an dari Kepala Dinas Marga Cipta Karya dan Tata Ruang.

Gubernur berharap bantuan yang diberikan dapat membantu menjawab kebutuhan pengurus masjid yang hendak meningkatkan kapasitas tampung masjid untuk aktivitas keagamaan dan sosial warga sekitar.

Sementara itu, Bupati Sijunjung, Benny Dwipa Yuswir, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur di Nagari Solok Ambah, ia berharap dengan kedatangan perdana kepala daerah ke Nagari Solok Ambah, permasalahan yang ada di Nagari bisa segera teratasi.

Untuk akses jalan, Benny berjanji akan mengupayakan pembangunan. Benny menginformasikan, daerah itu 80 persen dalam wilahah hutan lindung. Untuk itu, agar bisa dialokasikan anggaran pembangunan harus ada izin pinjam pakai.

“Kami Pemda tentunya berupaya melakukan yang terbaik, dengan segala keterbatasan yg ada. Kami berusaha semaksimal mungkin mendukung program pemerintah, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas yang terbaik,” pungkasnya.(yose)