Tak Berkategori  

Terkait PPKM Darurat, Pengawasan Penumpang BIM Diperketat

Simulasi GeNose di bandara tidak melibatkan penumpang, hanya melibatkan komunitas bandara seperti pegawai maskapai, pegawai bandara, pegawai ground handling dan lainnya. Sedangkan gambar diatas adalah calon penumpang di stasiun kereta api dengan tarif Rp30.000,- yang telah menerapkan GeNose C-19. (Yusman)

PADANG – Terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali, Polda Sumbar melalui Polsek Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akan memperketat pengawasan terhadap penumpang pesawat yang berangkat dari BIM.

Seperti yang disampaikan Kapolsek BIM, Ipda Akbar Kharisma Tanjung, Selasa (6/7), bahwa sesuai instruksi Kapolda Sumbar, bahwa pengawasan di gerbang masuk Sumbar via angkutan udara ini akan diperketat.

“Kita telah siapkan personil, dibantu juga stakeholder terkait untuk melakukan pengawasan di BIM,” katanya.

Adapun dalam pengawasan ini, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan bagi penumpang pesawat tujuan Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng dan Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta Timur.

Ipda Akbar juga menjelaskan, ada beberapa dokumen dan persyaratan yang harus dimiliki penumpang pesawat yang berangkat dari BIM. Selain memperlihatkan surat bebas Covid-19 berbasis PCR, penumpang juga harus menyertakan sertifikat vaksin.

“Untuk sertifikat vaksin ini minimal dosis pertama. Sedangkan untuk tes Covid-19 ini diambil maksimal dua hari sebelum hari keberangkatan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya peraturan baru ini, masyarakat yang hendak berangkat menggunakan jalur udara dari BIM diminta untuk taat dalam melengkapi persyaratan terbang dan wajib menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Apalagi saat ini angka penyebaran covid-19 di Sumbar juga terbilang tinggi, maka kita harapkan sekali kerjasama dari masyarakat untuk bisa mentaati peraturan dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik,” pungkasnya. (wahyu)