Tak Berkategori  

Terlalu! Wisatawan Asal Jerman Diperlakukan Tak Senonoh Oleh Pemuda Ini

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso menggelar konfrensi pers terkait diamankanya seorang pelaku cabul terhadap wisatawan asing di Bukittinggi. (asrial gindo)

BUKITTINGGI – Seorang pemuda berinisial RSA, 25, warga Lubuak Sao Kecamatan Tanjung Sani Kabupaten Agam sungguh keterlaluan. RSA melakukan hal tak senonoh terhadap seorang wisatawan perempuan asal Jerman yang tengah berwisata di Kota Bukitinggi.

Beruntung, korban sempat berteriak hingga mengundang kedatangan warta. RSA yang telah dikepung warga kemudian diamankan tim Kobra Polres Bukittinggi, Kamis (30/1) pagi.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso saat menggelar konfrenai Pers di Mapolres Bukittinggi, Kamis (30/1) membenarkan bahwa tim kobra telah mengamankan RSA yang diduga telah melakukan perbuatan asusila alias cabul terhadap seorang wisatawan asal jerman.

Menurut Iman Pribadi Santoso, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 wib di gang samping SDS Mashitah tanah Jua, Kecamatan Guguak Panjang Bukittinggi. Saat itu, korban sedang berjalan sendirian. Pelaku yang melihat korban yang cukup cantik dan berjalan sendirin hingga muncul hasrat birahinya.

“Melihat korban berjalan sendirin timbulah hasrat dari pelaku untuk mengagahi korban,” ujar Iman Pribadi Santoso yang saat itu juga didampingi oleh Wakapolres Kompol Sumintak dan KBO Reskrim Iptu Anidar.

Menurut Kapolres, dalam aksinya pelaku sempat meremas bagian kewanitaan korban dan mengeluarkan alat vitalnya. Korban pun berusaha melepaskan diri dan berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan korban langsung mengepung pelaku serta memberitahukan pihak polres Bukittinggi.

“Tim Kobra yang kebetulan sedang patroli setelah mendapatkan laporan dari warga langsung mendatangi TKP dan berhasil mengamankan pelaku,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, ternyata pelaku yang merupakan warga Tanjung Sani itu ternyata seorang residivis.

“Pelaku nantinya akan dijerat 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman diatas 9 tahun penjara,” ujarnya.

Pantauan Singgalang saat dihadirkan dalam jumpa pers di aula mapolres Bukittinggi, pelaku sempat terjatuh dan pingsan sehingga harus mendapat perawatan dari petugas kesehatan polres Bukittinggi. (asrial gindo)