Terlapor Penganiayaan Buka Suara, Romel: Saya Korban

PEKANBARU – Romel (27), pria yang dilaporkan mantan pacarnya dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan ke Polresta Pekanbaru akhirnya buka suara.

Kepada awak media di Pekanbaru, Romel mengatakan bahwa ia adalah korban.

“Kami berpacaran sudah 5 bulan, 4 bulan belakangan ini saya sering menerima tindakan kekerasan dari DW,” katanya Rabu (16/11/2022).

Romel menerangkan, tindakan kekerasan yang diterimanya itu adalah berupa pemukulan di bagian kepala menggunakan kunci hingga berdarah bahkan giginya patah akibat ditendang.

“Semua itu tidak benar. Saya tidak ada melakukan penganiayaan seperti yang dilaporkan ke polisi. Justru dia yang sering menganiaya saya,” ungkapnya.

Untuk membuktikan tindakan kekerasan yang telah dialaminya, Romel membuat laporan polisi di Polsek Sukajadi.

Laporan itu terdaftar dengan nomor: STTLP/B/224/XI/2022/SPKT/POLSEK SUKAJADI/POLRESTA PEKANBARU/POLDA RIAU tertanggal 11 November 2022.

Lebihlanjut, Romel menerangkan bahwa ia sering dituduh selingkuh hingga terjadi cekcok yang berujung aksi kekerasan.

“Baju saya sudah banyak robek, gigi saya juga patah ditendang DW dan bahkan dia sering mencakar saya,” terang Romel lagi.

Terkait lebam yang dialami DW dalam video yang baru-baru ini viral, Romel menjelaskan kalau saat itu mereka berdua tengah berada di salah satu klub malam di Jalan Riau, Pekanbaru.

“Pulang dari klub malam itu, kami berdua dalam kondisi mabuk. Maklum orang mabuk sering ngelantur,” bebernya.

Romel menegaskan kalau dirinya bertekad melanjutkan proses ini ke jalur hukum, karena dirinya memiliki bukti dan saksi.(*)