Opini

Tiada Lagi Jenderal Doni Monardo

×

Tiada Lagi Jenderal Doni Monardo

Sebarkan artikel ini
Prosesi pemakaman mantan Kepala BNPB, Doni Monardo, Senin (4/12) siang.Ist

Catatan Ilham Bintang.

Kami terakhir bertemu hampir setahun lalu. Malam itu, 11 Desember 2022 bersama wartawan senior Egy Massadiah, Doni Monardo menghadiri resepsi pernikahan putri bungsu kami. Setelah itu kontak kami hanya melalui hubungan telepon atau WhatsApp ( WA).

Ketika Doni berulang tahun ke 60, tanggal 10 Mei lalu, saya mengirim ucapan selamat dan doa. Dia membalas dengan ucapan dan doa sama. Tanggal kelahiran kami kebetulan sama. Beda tahun saja, saya lebih tua delapan tahun dari Jenderal Doni.

Di hari ulang tahunnya ke 60, Egy menceritakan tak ada perayaan, apalagi pesta. Santi Arviani, sang istri hanya menyiapkan kue sederhana. Begitu melihat suaminya kembali dari jogging, Santi segera menyalakan beberapa lilin di atas kue menyambut kedatangan Doni.

Ayah 3 anak dan dua cucu itu masih dengan handuk kecil terlilit di leher, tersenyum haru. Ia mendekat, tidak lekas meniup lilin, melainkan menengadahkan kedua tangan. Berdoa. “Sebuah momen yang mengharukan sekaligus romantis,” kata Egy.

Kontak kami dengan Doni yang intens terjadi sewaktu beliau memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi komando penanganan Pandemi Covid19. Beliau termasuk yang sering saya mintai tolong untuk membantu kawan-kawan yang terdampak Covid-19.

Irjen Pol Burhanuddin Andi, mantan Kapolda Sulsel suatu hari mengontak saya. Istrinya terkena Covid-19 di Makassar. Ada kebutuhan obat yang mendesak yang sulit didapatkan di Makassar. Bayangkan. Begitu krisis keadaan di masa itu, sampai perwira tinggi polisi bintang dua pun menghadapi kendala untuk menanggulangi kebutuhan obat keluarganya yang terkena Covid-19.

Bismillah.
Saya kontak Pak Doni tidak berapa setelah Irjen Burhanuddin curhat. Alhamdulillah. Pak Doni merespons cepat. Ia pun mengontak linknya di Makassar. Obat yang dibutuhkan Pak Andi Burhanuddin cepat diperoleh.

Dalam catatan di kontak WA saya, yang masih tersimpan sampai sekarang, ada juga catatan peristiwa ketika penyanyi Fryda Lucyana terpapar Covid-19 type ganas di Jakarta. Ia butuh RS, tetapi semua RS full. Pak Doni saya kontak, dan secepat itu Fryda bisa dapat ruang perawatan. Selain Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI, Pak Doni juga ikut saya repotkan di masa pandemi itu.

Opini

  Hari ini, Semen Padang FC akan menjalankan…

Opini

Oleh Eriandi Kasus perundungan atau bullying kembali terjadi…