Tidak Ada Lagi Bangun Shelter Baru

Ilustrasi. (*)

PADANG – Pasca gempa 2009 di Sumbar, pemerintah mulai fokus pembangunan infrastruktur mitigasi bencana.

“Kita memang tidak bangun banyak khusus untuk shelter, namun kita mendukung untuk bangunan-bangunan yang potensi untuk shelter,”sebut Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur, Senin (16/4/2018).

Dikatakannya, untuk  Padang, bangunan yang benar-benar dibangun dan diperuntukan untuk shelter tidak lebih dari 10 unit. Jumlahnya tersebar di sejumlah titik dan dimanfaatkan sesuai bangunannya.

Bangunan yang direncanakan sekaligus untuk shelter diantaranya, Escape Building Kantor Gubernur Sumbar, Mapolda Sumbar, Masjid Raya Sumatera Barat, SMA 1 Padang. Selain itu juga ada sejumlah masjid yang berada di sepanjang bibir pantai.

“Tidak lebih dari sepuluh, namun evakuasi itu tidak hanya dalam bentuk vertikal, juga ada horizontal,”ungkapnya.

Bangunan potensi shelter ada sekitar 70 unit. Di antaranya, hotel-hotel yang dibangun pasca 2009. Karena bangunan-bangunan tersebut sudah disesuaikan kemampuan daya tahannya dengan ancaman gempa.

Selain itu, bangunan potensi shelter lainnya yakni bangunan yang dihoyak gempa empat kali berturut-turut tidak roboh, seperti Hotel Pangeran Beach dan sejumlah bangunan lainnya.

“Dengan itu kita sudah bisa membantu untuk evakuasi jika bencana tsunami terjadi,”ungkapnya.

Khusus untuk kabupaten/kota yang berada di pesisir pantai, lebih banyak menyiapkan shelter alam. Seperti membuka jalur evakuasi pada perbukitan terdekat dengan pemukiman warga, sehingga warga bisa memanfaatkan bukit untuk shelter.

“Seperti di  Pariaman, semuanya jalur sudah dibangun dengan APBD untuk menuju bukit terdekat. Jaraknya ada yang 1 Km sampai 2 Km dari pusat pemukiman,” ulasnya. (yose)