Tak Berkategori  

Tiga Guru Besar Fakultas Peternakan Unand Dikukuhkan

Tiga profesor baru Unand dari Fakultas Peternakan yang dikukuhkan Kamis (5/12) di convention hall Unand, yaitu Prof. Maria Endo Mahata, Prof. Hermon dan Prof. Nuraini. (wahyu)

PADANG – Universitas Andalas (Unand) mengukuhkan tiga guru besar Fakultas Peternakan, Kamis (5/12) di convention hall kampus tersebut. Tiga profesor baru tersebut adalah Prof. Nuraini, Prof. Hermon dan Prof. Maria Endo Mahata.

Pada rapat terbuka Majelis Guru Besar (MGB) Unand itu, masing-masing menyampaikan orasi ilmiahnya. Prof. Nuraini menyampaikan tentang optimasi nutrisi pakan asal limbah argo industri dengan fungsi lignoselulolitik dan hipokolesterolemik untuk unggas. Kemudian, Prof. Hermon menyampaikan tentang sinkronisasi pelepasan N-protein dan energi makanan dalam rumen ternak Ruminansia. Sedangkan Prof. Maria menyampaikan tentang pengolahan limbah nenas dengan mikro organisme lokal untuk pakan ternak unggas.

Rektor Unand, Prof. Yuliandri pada kesempatan itu mengatakan bahwa dengan lahirnya profesor dari fakultas peternakan ini bisa dimanfaatkan ke depannya untuk peningkatan populasi dalam budidaya ternak. Selain itu juga mampu memberi gagasan baru dalam penyediaan pakan yang berkualitas.

Prof. Yuliandri juga menyebut, di awal kepemimpinannya ini, kebijakan untuk mendorong kemajuan Unand dalam hal penelitian dan percepatan guru besar akan tetap dilakukan ke depannya. Dua kebijakan yang dirasa penting untuk terus dijaga dan ditingkatkan, yaitu mendorong para doktor di Unand untuk meraih gelar profesor dan menganggarkan dana untuk penelitian guru besar.

“Unand akan sediakan dana bagi para doktor untuk meraih profesor, baik untuk penelitian, pengabdian serta juga meningkatkan publikasi dosen di jurnal nasional dan internasional,” katanya.

Selain itu, Prof. Yuliandri juga akan menitikberatkan perkembangan Unand dengan pemanfaatan teknologi, sehingga bisa dicapai peningkatan kualitas penelitian, hasil riset dan kemudian mampu dihilirisasikan kepada pihak-pihak terkait dan berkepentingan.

Sementara itu, Ketua MGB Unand, Prof. Fauzan Azima mengatakan, pada momen pengukuhan guru besar ini sedapatnya pihak terkait, terutama pemerintah daerah bisa segera memanfaatkan hasil penelitian para guru besar.

“Kekuatan universitas terbatas. Pemerintah daerah diharapkan bisa menangkap potensi ini dan kemudian mengembangkannya,” pungkas Prof. Fauzan. (wahyu)