Tiga Kecamatan di Solok Selatan Terdampak Gempa

Kondisi Rumah Warga yang runtuh akibat bencana gempa di Sungai Kunyit Kecamatan SBJ.3. (afrizal amir)

PADANG ARO – Gempabumi yang terjadi, di Kabupaten Solok Selatan, pertama pukul 01.55 Wib, dan terakhir pukul 06.27 Wib yang paling kuat, berdampak telah menyebabkan adanya korban luka ringan tercatat, sementara sebanyak 22 orang, rumah rusak berat 4 unit, dan rumah rusak sedang sebanyak 36 unit. Selain itu, juga adanya kerusakan PIN Isolator Tiang PT. PLN Muara labuh yang pecah di daerah Ampalu.

Informasi dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, musibah gempa, Kamis, (28/2) pukul 06.27.05 WIB, di wilayah Kabupaten Solok Selatan adalah gempa bumi tektonik.

Dari laporan sementara, tercatat tiga Kecamatan di Solok Selatan yang berdampak ada kerusakan, diantaranya di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Sangir Batang Hari dan Sangir Jujuan.

Menurut, Kadis Kesehatan Solsel, dr. H. Novirman, dampak gempa bumi yang terparah di Solsel adalah di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Saat ini pihaknya telah mendirikan posko kesehatan dibeberapa titik lokasi gempa di Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Adapun Laporan sementara korban dampak musibah gempa, dari puskesmas yang ada di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sangir Batang Hari, tercatat, korban di Puskesman Mercu tercatat sebanyak 22, Puskesman Talunan 2 orang (Kec. SBJ), sedangkan Puskesmas Abai (Sangir Batang Hari) 2 orang, dan di Puskesmas Bidar Alam (Sangir Jujuan) 1 orang, dan dirujuk ke RSUD Solok Selatan di Muara Labuh, terang Novirman.

“Laporan sementara dari pimpinan puskesmas yang berada di tiga kecamatan tersebut, yang paling banyak korban adalah Kecamatan Sangir Balai Janggo, yaitu di Nagari Sungai Kunyit”, terang Novirman.

Dari informasi Solsel, Champion PRB, dilaporkan bahwa di Kecamatan Sangir Batang Hari, tercatat beberapa rumah warga di Jorong Sungai Mintan Nagari RPC ada yang rusak, diantaranya, rumah Mahyulis bagian dapur rumah rusak parah, atap rumah dan dinding atas rumah runtuh, rumah Maryanti bagian garase mobil rumah runtuh.

Kepala BPBD Solok Selatan, Jhoni Hasan Basri, kepada Singgalang menjelaskan, bahwa pihaknya sudah turun sejak pagi untuk melakukan identifikasi kejadian bencana gempa.

Pagi ini Wakil Bupati H. Abdul Rahman dengan beberapa OPD terkait telah melakukan peninjuan lansung ke titik lokasi bencana.

“Saat ini, pihaknya dengan Wakil Bupati. H. Abdul Rahman, dan beberapa OPD tengah meninjau lokasi bencana,” tukuk Jhoni. (afrizal)

Loading...