Tak Berkategori  

Tiga Terdakwa Pencuri Parfum Disidang di PN Padang

Ilustrasi.(okezone)

Padang, Singgalang – Tiga terdakwa pencuri parfum menjalani sidang di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (10/6). Saat pembacaan dakwaan diketahui mereka sudah berulang kali beraksi di toko yang sama.

Seperti yang disebutkan JPU Budi Prihalda, awalnya sekitar akhir Januari 2021 sekitar pukul 10.00 wib, terdakwa II Arnol Yulianto menemui terdakwa III Rudi Safri dan Terdakwa I Ridho, menyampaikan maksud untuk mengambil parfum di Toko Parfum Abdurahman, yang berlokasi di samping SMA 5 Padang, Jalan Balai Baru, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Setelah sepakat, sesampai di lokasi, terdakwa II lalu memindahkan parfum ke dalam sebuah jerigen. Kemudian terdakwa membawa jerigen tersebut ke lantai atas toko.

Selepas Zuhur, terdakwa III tanpa seizin pemilik toko parfum, Roza Irwanto, mengambil jerigen tersebut dari kedai sebelah. Terdakwa II lalu menjemput parfum tersebut dan menjualnya kepada Panggilan Edi (DPO) seharga Rp.900 ribu per jerigen.

Dari hasil penjualan parfum tersebut, terdakwa I mendapatkan bagian sebesar Rp500 ribu, terdakwa III mendapatkan Rp300 ribu dan terdakwa II mendapat bagian Rp1 juta.

“Perbuatan tersebut terus berlangsung sekitar sepuluh kali,” kata JPU.

Hingga kemudian, pada 15 Maret 2021, sekitar pukul 15.10 wib, setelah toko parfum tutup, selanjutnya terdakwa mengisi dua buah jerigen yang berisi parfum merek Avril dan Escada dengan berat total sepuluh liter untuk diserahkan kepada terdakwa I.

Kemudian terdakwa I membawa dua jerigen yang berisikan parfum itu ke lantai III untuk diserahkan kepada terdakwa III yang telah menunggu dari kedai ayam geprek yang bersebelahan dengan Toko Parfum Abdurahman.

Selanjutnya, karena ada laporan kebocoran atap, maka Roza Irwanto naik ke lantai III bersama dengan tukang untuk memperbaikinya atap tersebut. Kemudian dia melihat terdakwa I sedang membawa dua jerigen yang berisikan parfum, Roza pun langsung menangkap terdakwa I. Setelah ditanya oleh Roza, terdakwa I mengakui telah berulang kali mengambil parfum untuk dijual kepada Edi dan Buyung (DPO).

JPU mengatakan, perbuatan para terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) Ke-4 KUHP. (wahyu)