Tak Berkategori  

Tikam Samurai 11

Sirine tiga mobil polisi yang mencatat dan menanyai orang-orang.

Si Bungsu dipandang dengan curiga oleh dua posit polisi. Dia berusaha menjelaskan tentang’”gadis Maninjau” yang meninggalkan tas berisi bom tersebut.

Tapi wajah melayunya membuat kedua opsir itu memaksanya masuk ke mobil. Saat akan masuk polisi menekankan kepalanya, agar tidak terbentur pinggir atap mobil.

Itu adalah hal biasa dan ada dalam petunjuk kepolisian.

Namun terhadap si Bungsu menjadi tidakbiasa, karena selain menekan kepala dengan kasar dan kuat, rambut si Bungsu juga dicengkam dengan kuat. Cengkeraman yang menimbulkan rasa sakit pada kepala si Bungsu.

Ibu dari gadis kecil yang tadi menyelamatkan si Bungsu mencoba menjelaskan bahwa polisi salah tangkap.

“Anda membela kulit berwarna ini, nyonya?” desis polisi itu dengan tajam.

“Dia yang akan dijadikan sasaran bom itu” ujar ibu anak tersebut ketus.

“Anda sudah tidur dengan orang ini?” Perempuan itu merah padam mukanya menahan marah.

“Anda akan saya tuntut..!” ujar perempuan itu.

Polisi tersebut hanya tersenyum dan masuk ke mobil. Sirine mobilnya meraung menuju Polek!

Dia dijebloskan ke tahanan di Polres yang terletak di Jalan Muhammad Ali.

Sebagai bentuk rasa hormat, Gubernur Kota New York mengubah nama jalan 33Rd Street menjadi Jalan Muhammad Ali.

Perubahan nama jalan tersebut dilakukan