Tak Berkategori  

Tikam Samurai (11)

pergi dengan sampan, menjala ikan, menataptubuhnya dengan sudut mata. Lalu ternyata ada emak-emak yang pintar memijat. Setiap hari dia minta dipijat. Mereka tidak menetapkan bayaran. Biasanya 25 riburupiah, atau 50 ribu, sudah banyak.

Tapi dia memberi emak yang memijatnya itu 100 ribu. Senangnya luar biasa. Dari emak-emak yang memijatnya dia belajar bahasa Minang. Yang ketika diucapkannya membuat si Bungsu hampir terkentut, asking kagetnya.

Di Kota New York ada cewek cantik yang fasih bahasa Minang. Bayangkan!
“Omelet ini pakai air laut…” rutuk gadis itu asking asinnya.

Dia meneteng piringnya ke arah kapur bar. Selisih sedikit, seorang perempuan lewat di sampingnya, masuk ke toserba bersama anaknya yang berusia empat tahun.

Tapi perempuan itu mendudu saja duluan. Anaknya terdede-dede menyusul. Kakinya yang kecil terpeleset mengejar ibunya.. Jatuh lima langkah di kanan si Bungsu.
Antara anak itu dengan si Bungsu duduk ada tiang bulat besar. Si Bungsu berdiri, memutari tiang. Membungkuk, meraih anak itu untuk menegakkannya.

Saat itu sebuah ledakan besar menggelegar. Meja yang barusan dia tinggalkan remuk bersama meja-meja lain di sekitarnya.
Dia selamat karena Membungkuk, dan terlindung oleh tiang besar. Enam orang tewas. Dia mencari gadis yang katanya belajar bahas…

“Terimakasih, putri anda menyelamatkan nyawa saya,” ujarnya kepada ibu anak itu yang muncul dari dalam toko.
Dia membungkukkan badan, sebagai tanda hormat yang tulus kepada ibu anak tersebut. Sirine sahut bersahut ke Restoran dan Toserba itu.

Sirine dua ambulans yang mengambil mayat- mayat dan yang luka.