Tak Berkategori  

Tikam Samurai

yang lahir di Buluhcina adalah moyang saya, dua generasi sebelum saya.”
“Salah seorang dari mereka, saking seringnya “mengilat” ke Singapura, akhirnya menetap disana. Menikah dengan wanita Singapura asal Bukittinggi. Anaknya menikah, punya anak, anak dari anaknya itu adalah saya.”

“Mengapa saya berada di New York? Semula saya kuliah Columbia University. Lalu bekerja di CIA bagian anti teror. Sebagai samaras saya ditempatkan bekerja di Bank of America.”.

Kisah hidup yang luar biasa. Berlipat kali luar biasanya, karena dia seorang gadis, ujar si Bungsu dalam hati.

“Mencari” bandit-bandit kulit putih yangmenjadi Anggota Ku Klux Klan, dalam jubelan penduduk New York yang berjumlah 4,5 juta, bukanlah pekerjaan mudah. Juga bukan pekerjaan sulit. Pekerjaan itu adalah pekerjaan yang amat sulit!

Hebatnya lagi, kelompok yg merasa bahwa hanya orang kulit putihlah yang berhak hidup di Amerika, anggotanya juga terdiri dari ribuan wanita!

Bagaimana akan menandai mereka, yang organisasinya berdiri tahun 1865, diantara 4,5 juta penduduk New York pada tahun 2019!

Mereka memang punya seragam mantel putih dengan topi lancip yang juga putih, yang menutup wajah mereka, dengan hanya meninggalkan lobang tentang mata.

Tapi pakaian itu hanya dipakai pada saat acara internal secara tersembunyi. Sehari hari pakaian mereka seperti warga biasa!

****

Di samping Hotel Triumph dimana dia