Tak Berkategori  

Tikam Samurai

sampai tujuh mobil yang parkir. Merenggut tak kurang dari enam wanita dan tiga lelaki yg sedang berjemur.
Kedua gadis yang diselamatkan si Bungsu, sudah memegang pistol mereka, amat sadar kalau tadi mereka tidak ditolong lelaki yang entah dari negara Asia mana asal yaitu, nyawa mereka akan sama dengan enam
wanita dan tiga lelaki yang kehilangan nyawa tersebut.

Lelaki yang akan mereka bunuh itu, yang justru menyelamatkan nyawa mereka, menepiskan tangan ke bajunya, menepis pasir yang lengket. Lalu berkata perlahan, sambil menatap pada mereka: “I am sorry”.
Dia tahu, mereka akan membunuhnya, namun dia menyelamatkan nyawa mereka, dan meminta maaf!
Salah seorang dari gadis itu menghampiri si Bungsu dengan pistol di tangan, si Bungsu tegak dengan diam, gadis itu mengulurkan tangan kirinya, mengibaskan pasir yang melekat di rambut si Bungsu. Lalu mengusap pipi si
Bungsu. Mengibas pasir yang masih menempel. “Thank you, Miss”, ujarnya perlahan.

Gadis itu luluh, dia menyandarkan kepala nya ke dada si Bungsu. Orang yang akan mereka bunuh, yang justru
menyelamatkan nyawa mereka, mengucapkan terimakasih ketika pasir di pipinya dikibaskan perlahan.

“I am so sorry….so sorry..” ujarnya sesegukan. Ditatap oleh temannya dengan mata yang juga basah.
Suasana di depan hotel itu hingar bingar. Ada sirine beberapa mobil polisi. Ada sirine beberapa ambulans.
Ada pekik dan tangis orang yang kematian anggota keluarganya.

Namun betapapun hingar bingarnya, menjelang tengah hari semuanya selesai. Dua gadis Klu Klux Klan yang berbikini itu tak bisa menolak ketika polisi membawa mereka untuk diperiksa.