Tak Berkategori  

Tikam Samurai

Si Bungsu hanya tertunduk, saàt Yudith yang sekantor dengannya, malah menyopirinya, mengaku adalah Anggota Ku Klux Klan!
Pengakuan akibat rasa marah karena ikut tertembak saat menyopiri si Bungsu.
Dia tertunduk karena ternyata instingnya yang tajam sama sekali tidak bekerja. Sehingga tidak mendeteksi siapa sebenarnya Yudith!

Benar bunyi pepatah Minang: “Sapandai- pandai tupai maloncek, sasakali gawa juo!”

Yudith marah kepada Ku Klux Klan bukan karena ‘tertembak’, melainkan karena ‘ditembak!’

Saat ditembak, jauh di depan mereka ada Hotel Nevada, 15 lantai. Dia tahu, karena memang diberitahu sehari sebelumnya, bahwa orang yang dia sopiri akan ditembak dari Lantai II.
Tapi kok dia juga menjadi target! Dia, maksudnya Yudith, mencoba memikirkan apa kesalahan yang dia buat sehingga juga dijadikan target.
Dia tidak pernah punya affair apapun dengan lelaki yang kini dia sopiri. Apakah karena lelakiini duduk di depan; di sampingnya, dianggap sebagai indikasi adanya affair? Mustahil. Karena mereka yang ‘di markas’ memiliki loud speaker yang terhubung dengan perangkat electronic yang dipasang pada bagian tertentu di mobil ini. Mereka tidak hanya bisa mendengarkan suara, tapi mereka juga bisa melihat secara live apa yang terjadi di dalam mobil!

(Bersambung)