Tak Berkategori  

Tikam Samurai

Hari itu dari kantornya di Lantai II Gedung PBB dia masuk lif menuju ke Lantai 12. Dia bermaksud bertemu dengan Johnson, orang yang akan menjadi teamnya ke Mexico.

Tapi ternyata lift yang dia masuki bergerak ke bawah. Mau keluar sudah terlambat, dia terhalang oleh beberapa orang yang berdiri di jalan keluar lift.

Dengan agak jengkel dia terpaksa ikut turun. Dari nomor lantai yg dipencet, dia tahu ada 7 Lantai ke bawah. Dia juga tahu, Lantai III di bawah adalah ruang parkir.

“Pengetahuannya” hanya sampai tempat parkir di Lantai III bawah tanah itu saja. Tak pernah dia memperhatikan ada empat lantai lagi ke perut bumi.

Sebahagian besar isi lift turun di Lantai III, ruang parkir. Si Bungsu terpaksa terus mengikuti lift tersebut, karena dia harus kembali naik.

Saat lift semakin turun dari Lantai Parkir, masih tersisa 4 orang di dalam Lift, termasuk dirinya.

Dia juga memiliki pistol. Tapi, belasan kali beraksi, kedua gengnya bisa dengan cepat dan bersih menjalankan tugas mereka: Membunuh!

Ini bukan orang, rutuknya. Dan orang yang ‘bukan orang” itu kini tegak sehasta dari dirinya.

Menatapnya dengan tatapan dingin. Demikian dinginnya tatapan itu, membuat dia terkencing di celana!

Saking “terpesona” melihat peristiwa dahsyat itu, dia tidak sempat mencabut pistol dari balik baju di pinggangnya.

Bahkan saking tidak bisa memahami apa yang terjadi, lelaki itu tidak hanya terkencing di celana, tapi juga melosoh, terduduk, pingsan!

Lelaki yang terkencing di serawa itu hanya melihat gerakan-gerakan singkat tapi amat cepat, ketika dua anak buahnya menembak lelaki yang