Tak Berkategori  

Tikam Samurai (4)

… dengan diam lawan bicaranya: Michiko!

“Aku tahu, sejak Kapten Bun Dhuang menggantungmu di Vietnam dengan kaki ke atas, kemudian dengan sepatu militernya dia menendang dengan sangat kuat ubun-ubun mu. Engkau lalu koma, kelak engkau bercerita bahwa dalam koma itu engkau bertemu dengan ibumu. Kemudian engkau sadar. Sejak itu terjadi keajaiban, waktu tidak berpengaruh pada dirimu. Aku tidak tahu sampai kapan waktu tidakmampu merubah dirimu, Bungsu san…”

Si Bungsu masih menatap wajah Michiko di telpon yang berada di telapak tangannya. Tak bicara sepatahpun. Lalu Michiko bicara lagi.

“Kau lihatlah wajah gadis yang akan kau antar keMarkas PBB itu. Lihatlah….!”

Mau tak mau si Bungsu menoleh ke belakang. Dia terpandang wajah gadis itu, yang juga sedang menatapnya. Jarak wajah mereka hanya sehasta.

“Mirip siapa dia Bungsu san?”

Sejak perempuan ini naik ke mobilnya, hatinya segera teringat seseorang. Tapi cepat dialihkan, karena tahu pikirannya adalah sesuatu yg mustahil.

“Kau tahu Bungsu san, dia adalah anakku. Satu-satunya anakku. Kita bertemu saat aku hamil. Kau ingat kan Bungsu san? Aku sedang mengandung saat kita bertemu. Empat bulan kemudian lahirlah seorang anak perempuan, dan kuberi nama Violet. Warna yang amat kita sukai. Kau ingat Bungsu san..?”

Pipi Muchiko terlihat basah oleh air mata.

“Bungsu san, bisa kau berikan handphone kepada Violet?”

Saat telpon sudah di tangan gadis yang ternyata bernama Violet itu, Michiko berkata:

“Violet anakku…”

“Ya, Bunda…”

“Lelaki yang menjadi sopirmu saat ini bernama Bungsu. Dahulu sekali, dia dan ibu adalah sepasang kekasih. Bundamu ini amat mencintainya. Dia juga amat mencintai Bunda. Ayahmu tahu hal itu. Hanya nasib yang memisahkan kami.”

Ucapannya terputus. Dia menangis. Si Bungsu bergidik mendengar cerita Michiko kepada anaknya.

Dia tak berani melihat kepada Violet.

Violet tiba-tiba keluar dari mobil. Membuka pintu kiri depan di sebelah sopir. Dia Masuk dan duduk persis bersebelahan dengan sopir, dengan si Bungsu, bekas kekasih Ibunya! (bersambung)