Tak Berkategori  

Tikam Samurai (5)

Kereta api sedang lewat. Mobil ditabrak. Dilindas. Terguling guling.Ringsek. Semua orang yang di dalam remuk! Luluh lantak!

Tapi, masalah yang harus dijawab adalah: Mengapa tiba-tiba sajasi Bungsu berada di Amerika, di Kota New York?

-o0o-

Sepulang ke kampung, setelah memburu Saburo Matsuyama ke Jepang, lalu giliran dia yang diburu Michiko -anak Saburo- dia memilih membeli sebidang tanah di pinggang Gunung Sago, di kampungnya, Situjuh Ladang Laweh!

Dari pinggang gunung itu, di tengah-tengah ladangnya, dia memiliki pondok yang berfungsi sebagai rumahnya. Di ladang yang luasnya hanya ‘seborong’, lebar sekitar 30 depa dan panjang sekitar 50 depa,dia memiliki sebuah kolam alam yang indah.

Diana ada puluhan ikan gurame, yang besarnya hampir setengah tampian beras! Di sana dia mandi dan mencuci pakaian dan piring sehabis makan. Pondok yang menjadi rumahnya, berdiri persis di tepi kolam yang disebut ‘tabek’ tersebut.

Kesukaanya menebar sisa makanan ke kolam. Puluhan ikan gurami muncul berebut makanan yg ditebarnya. Pada saat yang sama dia menebar beras di tepi kolam. Puluhan burung kutilang dengan warna- warna yang indah berdatangan. Tetangganya terdekatnya, beberapa rumah dengan keluarga, berjarak setengah kilometer dari pondoknya.

Suatu hari, ketika dia sedang menikmati puluhan gurami dan belasan ketilang berebut makanan, handphonenya berbunyi. (bersambung)