Tak Berkategori  

Tikam Samurai (6)

Ada panggilan video dari Kanada. Panggilan HP dari McKenzie, suami Michiko!

“Hallo Bungsu….” ujar McKenzie begitu melihat wajah si Bungsu.

“Hallo McKenzie…” jawab si Bungsu.

Mereka ngobrol beberapa saat. Lalu….

“Masih mengikuti berita tentang Ku Klux Klan, Bingsu?”

“Sudah lama tidak.. mengapa?”

“Makin menggila membunuh orang-orang non kulit putih..”

“Sejak berdiri tahun 1826 hal itu kan sudah menjadi hobby mereka” ujar si Bungsu.

“Bungsu, saat ini saya benar-benar memerlukan bantuanmu…”

Dia bercerita, anaknya tak mau ikut orangtuanya, McKenzie dan Michiko, yang tinggal dan bekerja di Kanada. Anaknya, seorang perempuan, memilih bekerja di New York, di Markas PBB!

Yang menjadi masalah, dan masalah yang teramat serius adalah: Anak gadisnya itu bertugas di Biro Penumpas MAFIA!

Mafia Quenching Bureau – MQB!

“Biro Penumpas Mafia! Apa ndak salah tu… Siapa yang menumpas dan siapa yang akan ditumpas…” gerutu McKenzie.

Karena pekerjaan anaknya yang berada “di tengah rel kereta api” itu, McKenzie meminta si Bungsu ke New York. Mengawasi anaknya agar tidak “ditabrak kereta api”!

Tapi McKenzie meminta agar si Bungsu tidak mengabari permintaanya ini kepada Michiko. Itu….. (bersambung)